Uji coba PJU kepentok regulasi
Senin, 31 Desember 2012 - 14:13 WIB
Uji coba PJU kepentok regulasi
A
A
A
Sindonews.com - Uji coba lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang direncanakan pemerintah kabupaten (Pemkab) Kulonprogo sejak dua bulan lalu terancam gagal. Namun, pemkab menyatakan akan berupaya mencari celah agar uji coba tetap dilaksanakan, meski melalui anggaran APBD Perubahan.
Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kulonprogo Triyono mengatakan, uji coba PJU masih membutuhkan beberapa kesepakatan tambahan. Termasuk di antaranya mekanisme pembayaran. Sebab, penyedia lampu hanya ingin dilakukan pembayaran sekaligus.
Padahal, kata Triyono, mekanisme seperti itu tidak mungkin dapat dipenuhi pemkab. Alasannya, tidak ada anggaran memadai untuk kebutuhan itu. Pemkab hanya memiliki anggaran pemeliharaan yang jumlahnya tidak seberapa, dan anggaran pemeliharaan tidak dapat digunakan untuk pemeliharaan PJU uji coba.
''Memang agak susah di pemeliharaannya. Kita sudah konsul dengan BPK katanya tidak boleh dipecah-pecah. Satu rekening hanya untuk satu kali pembayaran. Nanti kita akan coba konsultasi lagi,'' kata Triyono kepada wartawan, Senin (31/12/2012).
Dia mengatakan, pemkab ingin agar uji coba tetap jalan seandainya dirasa aman dari sisi pertanggung jawaban. Sebab, berdasarkan pengalaman Kota Yogya yang menggunakan lampu sejenis, ternyata berdampak signifikan dari sisi efisiensi. Meski begitu dia mengakui, pendaran cahaya lampu yang sekarang digunakan masih lebih baik.
''Tapi kita juga belum tahu persis spesifikasinya. Karena dari produsennya juga belum memaparkan sedetil itu. Hanya yang sudah digunakan di kota seperti itu,'' terangnya.
Dia menambahkan, kondisi keuangan pemkab memang tidak memungkinkan. Saat ini anggaran pemeliharaan hanya Rp169 juta. Jika 16 titik PJU saja diganti dengan lampu yang akan diujicoba akan menghabiskan anggaran hingga Rp124-125 juta.
Menurutnya, jika harus memilih maka dirinya lebih senang menambah PJU baru ketimbang mengganti yang sudah ada. Tapi, ini pun bukan tanpa kendala.
Sebab, dari anggaran Rp1,2 miliar lebih yang direncanakan untuk pengadaan lampu ternyata hanya disetujui Rp500 juta saja. Sehingga, pihaknya harus menghitung ulang menyesuaikan kemampuan anggaran.
''Kalau rencana semula disetujui kita bisa menambah 120 titik PJU. Tapi dengan yang sekarang, mungkin hanya 50 titik saja. Untuk kategori ideal penerangan sebuah kota memang masih jauh,'' pungkasnya.
Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kulonprogo Triyono mengatakan, uji coba PJU masih membutuhkan beberapa kesepakatan tambahan. Termasuk di antaranya mekanisme pembayaran. Sebab, penyedia lampu hanya ingin dilakukan pembayaran sekaligus.
Padahal, kata Triyono, mekanisme seperti itu tidak mungkin dapat dipenuhi pemkab. Alasannya, tidak ada anggaran memadai untuk kebutuhan itu. Pemkab hanya memiliki anggaran pemeliharaan yang jumlahnya tidak seberapa, dan anggaran pemeliharaan tidak dapat digunakan untuk pemeliharaan PJU uji coba.
''Memang agak susah di pemeliharaannya. Kita sudah konsul dengan BPK katanya tidak boleh dipecah-pecah. Satu rekening hanya untuk satu kali pembayaran. Nanti kita akan coba konsultasi lagi,'' kata Triyono kepada wartawan, Senin (31/12/2012).
Dia mengatakan, pemkab ingin agar uji coba tetap jalan seandainya dirasa aman dari sisi pertanggung jawaban. Sebab, berdasarkan pengalaman Kota Yogya yang menggunakan lampu sejenis, ternyata berdampak signifikan dari sisi efisiensi. Meski begitu dia mengakui, pendaran cahaya lampu yang sekarang digunakan masih lebih baik.
''Tapi kita juga belum tahu persis spesifikasinya. Karena dari produsennya juga belum memaparkan sedetil itu. Hanya yang sudah digunakan di kota seperti itu,'' terangnya.
Dia menambahkan, kondisi keuangan pemkab memang tidak memungkinkan. Saat ini anggaran pemeliharaan hanya Rp169 juta. Jika 16 titik PJU saja diganti dengan lampu yang akan diujicoba akan menghabiskan anggaran hingga Rp124-125 juta.
Menurutnya, jika harus memilih maka dirinya lebih senang menambah PJU baru ketimbang mengganti yang sudah ada. Tapi, ini pun bukan tanpa kendala.
Sebab, dari anggaran Rp1,2 miliar lebih yang direncanakan untuk pengadaan lampu ternyata hanya disetujui Rp500 juta saja. Sehingga, pihaknya harus menghitung ulang menyesuaikan kemampuan anggaran.
''Kalau rencana semula disetujui kita bisa menambah 120 titik PJU. Tapi dengan yang sekarang, mungkin hanya 50 titik saja. Untuk kategori ideal penerangan sebuah kota memang masih jauh,'' pungkasnya.
(rsa)