Bentrok di Seram, 6 warga tertembak
Minggu, 30 Desember 2012 - 15:12 WIB
Bentrok di Seram, 6 warga tertembak
A
A
A
Sindonews.com - Bentrokan berdarah di Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku tidak hanya menewaskan delapan warga. Enam warga dari Desa Kamariang dan Desa Hualoy juga terluka terkena tembakan di leher dan paha.
Dari data yang dihimpun SINDO, dari enam warga yang tertembak, lima diantaranya merupakan warga Desa K. Mereka kini dirawat intensif di RSU Haulussy Ambon. Kelimanya mengalami luka tembak dibagian leher, paha, dan dada.
Sementara, satu warga Desa Hualoy Nawasi Tubaka (33) yang tertembak di bagian perut masih di rawat intensif di Rumah Sakit Tentara Latumeten, Kota Ambon. Dua lainnya di rawat di Puskesmas Tomalehu, sedang enam warga Sepa di rawat di RSU Masohi, Maluku Tengah.
Sedangkan enam warga Desa Sepa yang tewas yakni Uceng Matoke, Mahmud Sopalatu, Sukri Bugis, Ali Mahua, Farida Tihurua, dan Iqbal Namsela telah di evakuasi dari Desa hualoy oleh aparat ke Desa Sepa, Kecamatan Amahai, Maluku Tengah.
Kemudian dua warga Desa Kamariang belum diketahui identitasnya juga telah dievakuasi ke Desa Kamariang kemarin sore.
Menurut Kapolda Maluku Brigjen Muktiono, hingga kini terdata enam warga yang tewas dan belasan lainnya terluka. Mereka tewas karena terkena sabetan parang.
Informasi yang dihimpun dari sejumlah saksi mata di tempat kejadian, kebanyakan warga tewas karena terkena sabetan parang. Sedangkan lainnya mengalami luka karena tertembak oleh warga yang menggunakan senjata api.
Warga mengaku, aparat Polres Piru terlambat tiba di tempat kejadian, akibatnya banyak korban yang tewas dalam bentrokan fisik tersebut.
Dari data yang dihimpun SINDO, dari enam warga yang tertembak, lima diantaranya merupakan warga Desa K. Mereka kini dirawat intensif di RSU Haulussy Ambon. Kelimanya mengalami luka tembak dibagian leher, paha, dan dada.
Sementara, satu warga Desa Hualoy Nawasi Tubaka (33) yang tertembak di bagian perut masih di rawat intensif di Rumah Sakit Tentara Latumeten, Kota Ambon. Dua lainnya di rawat di Puskesmas Tomalehu, sedang enam warga Sepa di rawat di RSU Masohi, Maluku Tengah.
Sedangkan enam warga Desa Sepa yang tewas yakni Uceng Matoke, Mahmud Sopalatu, Sukri Bugis, Ali Mahua, Farida Tihurua, dan Iqbal Namsela telah di evakuasi dari Desa hualoy oleh aparat ke Desa Sepa, Kecamatan Amahai, Maluku Tengah.
Kemudian dua warga Desa Kamariang belum diketahui identitasnya juga telah dievakuasi ke Desa Kamariang kemarin sore.
Menurut Kapolda Maluku Brigjen Muktiono, hingga kini terdata enam warga yang tewas dan belasan lainnya terluka. Mereka tewas karena terkena sabetan parang.
Informasi yang dihimpun dari sejumlah saksi mata di tempat kejadian, kebanyakan warga tewas karena terkena sabetan parang. Sedangkan lainnya mengalami luka karena tertembak oleh warga yang menggunakan senjata api.
Warga mengaku, aparat Polres Piru terlambat tiba di tempat kejadian, akibatnya banyak korban yang tewas dalam bentrokan fisik tersebut.
(ysw)