Dua desa bentrok, 8 tewas
Minggu, 30 Desember 2012 - 09:36 WIB
Dua desa bentrok, 8 tewas
A
A
A
Sindonews.com - Dua kelompok warga dari Desa Kamariang dan Desa Hualoy Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Provinsi Maluku terlibat bentrok. Akibatnya delapan orang tewas.
Persitiwa ini bermula, ketika iring-iringan warga Desa Sepa Kabupaten Maluku Tengah, yang baru menghadiri pelantikan Raja (Kepala Desa) Kamariang, pulang melewati Desa Hualoy dicegat warga setempat.
Tidak terima dengan bentrokan, akhirnya kedua kubu tersebut saling bentrokan. Aksi tersebut dipicu lantaran warga Hualoy marah, karena saat menghadiri pelantikan Raja Kamariang pada Jumat kemarin, ada warga Hualoy yang dipukul.
Desa Sepa dan Desa Kamariang sendiri memiliki hubungan Pela dan Gandong (hubungan persaudaraan Islam Kristen sejak jaman dulu). Karena itulah, warga Hualoy menjaga rombongan warga Sepa, saudara Desa Kamariang yang hendak pulang ke desanya.
Karena tidak terima warga dihajar warga desa Hualoy, warga Kamariang langsung menyerang warga Desa Hualoy, hingga terjadi bentrokan lebih besar diantara dua desa yang bertetangga itu.
Bentrokan fisik terjadi dengan menggunakan parang. Delapan orang tewas terkena luka bacok, enam warga Desa Sepa dan dua warga Kamariang, serta sejumlah warga lainnya terluka.
Menurut Direskrim Polda Maluku Kombos SG Manik, bentrokan terjadi setelah adanya penghadangan terhadap warga yang baru pulang menghadiri pelantikan Raja Kamariang. Warga yang menghadang marah, karena ada warga yang dipukul saat pelantikan raja tersebut.
Sementara sejumlah warga yang terluka, Sabtu malam dievakusi ke Rumah Sakit Tulehu di Pulau Ambon. Situasi di kedua desa hingga kini masih mencekam. Untuk mengatasi bentrokan warga, dua kompi aparat Brimob Polda Maluku Kompi Piru diterjunkan ke lokasi bentrokan. Kekuatan tersebut menambah aparat Polres SBB dan TNI yang ada di lokasi.
Sedangkan Komandan Korem 151 Binaya Kolonel Inf. Asep Kurnaidi menyatakan situasi saat ini masih mencekam, untuk itu aparat Brimob Polda Maluku dan Satgas TNI Yonif 512 sudah dikerahkan ke lokasi bentrokan.
"Situasi sudah bisa dikendalikan aparat TNI dan Polri, kami minta masyarakat menahan diri dan tidak terprovokasi lagi," katanya.
(stb)