Balon Jonno janjikan keamanan
Jum'at, 28 Desember 2012 - 22:25 WIB
Balon Jonno janjikan keamanan
A
A
A
Sindonews.com - Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Empatlawang, pasangan bakal calon (balon) bupati Joncik Muhammad dan Yulizar Dinoto (Jonno) menjadikan masalah keamanan di Empatlawang sebagai salah satu isu politik.
Bahkan kepada masyarakat, pasangan ini menyatakan sanggup mengundurkan diri jika selama enam bulan mereka terpilih masalah keamanan dan kriminalitas tidak tuntas di Empatlawang.
Menurut Joncik Muhammad, soal keamanan di Empatlawang saat ini menjadi salah satu persoalan yang harus mendapat perhatian. Tingginya angka kriminalitas khususnya di jalan raya menjadikan masyarakat selalu cemas dan khawatir.
“Masalah keamanan dan kriminalitas merupakan persoalan penting di masyarakat, karena salah satu syarat untuk melaksanakan program-program pembangunan, harus ada jaminan keamanan terlebih dahulu. Termasuk rasa aman di masyarakat,” ujarnya, Jumat (28/12/2012).
Terkait konsekuensi jika hal tersebut tidak terwujud, Joncik memastikan dirinya dan pasangannya akan mengundurkan diri sebagai bupati dan wakil bupati.
Karena menurutnya hal tersebut mengindikasikan mereka tidak bisa menjalankan amanah masyarakat yang mendambakan keamanan dengan memilih mereka sebagai bupati dan wakil bupati nantinya.
Terkait masalah keamanan di wilayah Empatlawang ketua Komisi I DPRD Empatlawang HA Fachruruzam tidak menampik saat ini angka kriminalitas cukup tinggi khususnya di jalur jalan provinsi kecamatan Pendopo, Pendopo Barat, Talang Padang, Ulu Musi dan Muara Pinang.
Bahkan pihaknya meminta pihak eksekutif juga mencari solusi pemecahan atas hal tersebut.
“Memang sangat tinggi dan hampir tiap hari ada masyarakat yang menjadi korban aksi penodongan ini,” tukasnya.
Pihaknya juga meminta pihak kepolisian untuk mengambil tindakan tegas dan tidak pandang bulu terhadap pelaku kejahatan. Apalagi menurutnya, pelaku kriminalitas di Empatlawang sangat sadis saat melakukan aksinya.
Bahkan kepada masyarakat, pasangan ini menyatakan sanggup mengundurkan diri jika selama enam bulan mereka terpilih masalah keamanan dan kriminalitas tidak tuntas di Empatlawang.
Menurut Joncik Muhammad, soal keamanan di Empatlawang saat ini menjadi salah satu persoalan yang harus mendapat perhatian. Tingginya angka kriminalitas khususnya di jalan raya menjadikan masyarakat selalu cemas dan khawatir.
“Masalah keamanan dan kriminalitas merupakan persoalan penting di masyarakat, karena salah satu syarat untuk melaksanakan program-program pembangunan, harus ada jaminan keamanan terlebih dahulu. Termasuk rasa aman di masyarakat,” ujarnya, Jumat (28/12/2012).
Terkait konsekuensi jika hal tersebut tidak terwujud, Joncik memastikan dirinya dan pasangannya akan mengundurkan diri sebagai bupati dan wakil bupati.
Karena menurutnya hal tersebut mengindikasikan mereka tidak bisa menjalankan amanah masyarakat yang mendambakan keamanan dengan memilih mereka sebagai bupati dan wakil bupati nantinya.
Terkait masalah keamanan di wilayah Empatlawang ketua Komisi I DPRD Empatlawang HA Fachruruzam tidak menampik saat ini angka kriminalitas cukup tinggi khususnya di jalur jalan provinsi kecamatan Pendopo, Pendopo Barat, Talang Padang, Ulu Musi dan Muara Pinang.
Bahkan pihaknya meminta pihak eksekutif juga mencari solusi pemecahan atas hal tersebut.
“Memang sangat tinggi dan hampir tiap hari ada masyarakat yang menjadi korban aksi penodongan ini,” tukasnya.
Pihaknya juga meminta pihak kepolisian untuk mengambil tindakan tegas dan tidak pandang bulu terhadap pelaku kejahatan. Apalagi menurutnya, pelaku kriminalitas di Empatlawang sangat sadis saat melakukan aksinya.
(ysw)