Fly over ambles, jalur KA terhambat
Jum'at, 28 Desember 2012 - 17:36 WIB
Fly over ambles, jalur KA terhambat
A
A
A
Sindonews.com – Ruas jalan fly over yang berada di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Desa Muara Lawai Kecamatan Merapi Timur ambles. Kondisi yang terjadi akibat diduga kelebihan tonase kendaraan yang melintas tepat diatas KM 99+3 jalur Kereta Api (KA) yang menghubungkan Lahat-Muaraenim.
Kepala Humas PT KAI Divre II Sumsel, Jaka Jarkasih menjelaskan, pihaknya mendapatkan laporan dari Stasiun Lahat bahwa ada longsoran yang ujungnya menjadi perintang di jalur kereta api Muaraenim – Lahat – Lubuk Linggau.
"Ini murni kesalahan jalur fly over yang ada diatas terowongan, karena banyaknya tonase yang diterima, serta ditambah dengan labilnya tanah akibat musim hujan belakangan ini, sehingga terjadi longsor dan menyebabkan penyempitan jalur terowongan,” kata Jaka saat dihubungi, Jumat (28/12/2012).
Dengan kondisi tersebut, PTKAI Divre II Sumsel sama sekali tak bisa melakukan aktivitas transportasi KA jenis barang. Sementara, untuk KA penumpang, PTKAI memutuskan akan tetap melakukan operasional. Meskipun di lapangan penumpang kereta harus berganti-ganti kendaraan.
“KA barang sama sekali berhenti total untuk hari ini sampai selesai perbaikan. Sementara untuk KA penumpang, dijadwalkan tetap jalan, untuk penumpang dari Palembang nantinya akan diturunkan di Muaraenim, dan untuk penumpang Linggau berhenti di Banjarsari, baru nantinya mereka akan di tempatkan ke kereta Palembang dan sebaliknya,” jelasnya.
Hingga Jumat sore, PT KAI masih melakukan perbaikan di titik ambles. Sejauh ini, PT KAI sendiri sudah mengerahkan KA kerja jenis Kumbokarno, dan juga beberapa alat berat lain.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Pengairan Lahat, Ludik Sitompul pun mengaku telah mendapatkan laporan tentang kondisi di lapangan.
“Kita sudah dapat laporan dari pihak PTKAI, dan meskipun sebenarnya jalur itu adalah jalur Provinsi, atas instruksi bupati, kita sudah langsung kirim bantuan alat berat ke lokasi, guna memperbaiki jalur yang ada,” pungkasnya.
Kepala Humas PT KAI Divre II Sumsel, Jaka Jarkasih menjelaskan, pihaknya mendapatkan laporan dari Stasiun Lahat bahwa ada longsoran yang ujungnya menjadi perintang di jalur kereta api Muaraenim – Lahat – Lubuk Linggau.
"Ini murni kesalahan jalur fly over yang ada diatas terowongan, karena banyaknya tonase yang diterima, serta ditambah dengan labilnya tanah akibat musim hujan belakangan ini, sehingga terjadi longsor dan menyebabkan penyempitan jalur terowongan,” kata Jaka saat dihubungi, Jumat (28/12/2012).
Dengan kondisi tersebut, PTKAI Divre II Sumsel sama sekali tak bisa melakukan aktivitas transportasi KA jenis barang. Sementara, untuk KA penumpang, PTKAI memutuskan akan tetap melakukan operasional. Meskipun di lapangan penumpang kereta harus berganti-ganti kendaraan.
“KA barang sama sekali berhenti total untuk hari ini sampai selesai perbaikan. Sementara untuk KA penumpang, dijadwalkan tetap jalan, untuk penumpang dari Palembang nantinya akan diturunkan di Muaraenim, dan untuk penumpang Linggau berhenti di Banjarsari, baru nantinya mereka akan di tempatkan ke kereta Palembang dan sebaliknya,” jelasnya.
Hingga Jumat sore, PT KAI masih melakukan perbaikan di titik ambles. Sejauh ini, PT KAI sendiri sudah mengerahkan KA kerja jenis Kumbokarno, dan juga beberapa alat berat lain.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Pengairan Lahat, Ludik Sitompul pun mengaku telah mendapatkan laporan tentang kondisi di lapangan.
“Kita sudah dapat laporan dari pihak PTKAI, dan meskipun sebenarnya jalur itu adalah jalur Provinsi, atas instruksi bupati, kita sudah langsung kirim bantuan alat berat ke lokasi, guna memperbaiki jalur yang ada,” pungkasnya.
(ysw)