Gedung AP II di Bandara Soetta terbakar, 2 pegawai pingsan
Jum'at, 28 Desember 2012 - 16:37 WIB
Gedung AP II di Bandara Soetta terbakar, 2 pegawai pingsan
A
A
A
Sindonews.com - Kantor Pusat PT Angkasa Pura II, Gedung 600, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, dua orang pegawai terpaksa dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan pertama, karena jatuh pingsan dan mengalami sesak nafas.
Tim Barisan Sukarelawan Kebakaran (BALAKAR) Gedung 600 melakukan evakuasi terhadap pegawai di seluruh lantai, mulai lantai 6 hingga lantai bassement. Kebakaran ini, merupakan bagian dari simulasi yang dilakukan PT Angkasa Pura II melalui Unit Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK).
Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura II Trisno Heryadi menjelaskan, simulasi pelatihan ini digelar dengan skenario tertutup agar manajemen dapat mengukur tingkat kewaspadaan dan kesigapan personel dengan akurat.
Simulasi dibuat senyata mungkin, serta hanya orang-orang tertentu yang mengetahui skenario latihan tersebut. Tujuannya, agar dapat mengevaluasi kekurangan dari semua faktor dan menyempurnakannya. Sehingga jika peristiwa yang sangat tidak diharapkan ini benar-benar terjadi, penanggulangan yang maksimal bisa dilakukan.
”Tidak hanya pegawai dan petugas, jajaran direksi pun tidak diberitahu skenario ini. Jadi, ini latihan yang benar-benar dibuat nyata dan spontanitas,” jelas Trisno Heryadi dalam siaran pers yang diterima Sindonews, Jumat (28/12/2012).
Dijelaskan, sebagai pengelola bandara, pelatihan penanggulangan kebakaran sebagaimana yang dilakukan hari ini merupakan agenda penting bagi PT Angkasa Pura II. Oleh karenanya, kualitas latihan yang harus dicapai tak ubahnya pelatihan Penanggulangan Kondisi Darurat (PKD) atau Airport Emergency Exercise.
Airport Emergency Exercise merupakan agenda yang wajib dijalankan sebagaimana diamatkan oleh aturan penerbangan nasional maupun internasional.
”Terlebih Kantor Pusat Angkasa Pura II yang menjadi objek latihan ini berada di dalam area Bandara Soekarno-Hatta. Maka prosedur penanganan yang dilakukan harus benar-benar dijalankan secara maksimal oleh setiap personel yang terlibat. Semua harus terukur dengan baik, sesuai SOP,” tegas Trisno.
Dalam pelatihan yang digelar secara mulai pukul 15.00 WIB tersebut, diskenariokan terjadi kebakaran pada salah satu ruangan di Lantai 3 Gedung 600, Kantor Pusat Angkasa Pura II.
Sejalan dengan aksi evakuasi tersebut, aksi pemadaman sementara juga dilakukan sambil melakukan koordinasi dengan Unit PKP-PK Bandara Soekarno-Hatta maupun civitas Bandara lainnya. Akibat peristiwa ini, diskenariokan dua pegawai tak sadarkan diri dan dilarikan ke Rumah Sakit untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.
”Alhamdulillah, semua berjalan lancar sesuai rencana dan memberikan hasil sebagaimana yang diharapkan. Terkait pelatihan ini, kami memohon maaf jika pelatihan ini membuat terkejut pihak-pihak yang memang tidak mengetahuinya. Tetapi, percayalah, kegiatan ini dilakukan dmi kebaikan bersama,” pungkas Trisno.
Tim Barisan Sukarelawan Kebakaran (BALAKAR) Gedung 600 melakukan evakuasi terhadap pegawai di seluruh lantai, mulai lantai 6 hingga lantai bassement. Kebakaran ini, merupakan bagian dari simulasi yang dilakukan PT Angkasa Pura II melalui Unit Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK).
Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura II Trisno Heryadi menjelaskan, simulasi pelatihan ini digelar dengan skenario tertutup agar manajemen dapat mengukur tingkat kewaspadaan dan kesigapan personel dengan akurat.
Simulasi dibuat senyata mungkin, serta hanya orang-orang tertentu yang mengetahui skenario latihan tersebut. Tujuannya, agar dapat mengevaluasi kekurangan dari semua faktor dan menyempurnakannya. Sehingga jika peristiwa yang sangat tidak diharapkan ini benar-benar terjadi, penanggulangan yang maksimal bisa dilakukan.
”Tidak hanya pegawai dan petugas, jajaran direksi pun tidak diberitahu skenario ini. Jadi, ini latihan yang benar-benar dibuat nyata dan spontanitas,” jelas Trisno Heryadi dalam siaran pers yang diterima Sindonews, Jumat (28/12/2012).
Dijelaskan, sebagai pengelola bandara, pelatihan penanggulangan kebakaran sebagaimana yang dilakukan hari ini merupakan agenda penting bagi PT Angkasa Pura II. Oleh karenanya, kualitas latihan yang harus dicapai tak ubahnya pelatihan Penanggulangan Kondisi Darurat (PKD) atau Airport Emergency Exercise.
Airport Emergency Exercise merupakan agenda yang wajib dijalankan sebagaimana diamatkan oleh aturan penerbangan nasional maupun internasional.
”Terlebih Kantor Pusat Angkasa Pura II yang menjadi objek latihan ini berada di dalam area Bandara Soekarno-Hatta. Maka prosedur penanganan yang dilakukan harus benar-benar dijalankan secara maksimal oleh setiap personel yang terlibat. Semua harus terukur dengan baik, sesuai SOP,” tegas Trisno.
Dalam pelatihan yang digelar secara mulai pukul 15.00 WIB tersebut, diskenariokan terjadi kebakaran pada salah satu ruangan di Lantai 3 Gedung 600, Kantor Pusat Angkasa Pura II.
Sejalan dengan aksi evakuasi tersebut, aksi pemadaman sementara juga dilakukan sambil melakukan koordinasi dengan Unit PKP-PK Bandara Soekarno-Hatta maupun civitas Bandara lainnya. Akibat peristiwa ini, diskenariokan dua pegawai tak sadarkan diri dan dilarikan ke Rumah Sakit untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.
”Alhamdulillah, semua berjalan lancar sesuai rencana dan memberikan hasil sebagaimana yang diharapkan. Terkait pelatihan ini, kami memohon maaf jika pelatihan ini membuat terkejut pihak-pihak yang memang tidak mengetahuinya. Tetapi, percayalah, kegiatan ini dilakukan dmi kebaikan bersama,” pungkas Trisno.
(san)