DBD meningkat, RSUD Jombang kewalahan rawat pasien
Jum'at, 28 Desember 2012 - 15:56 WIB
DBD meningkat, RSUD Jombang kewalahan rawat pasien
A
A
A
Sindonews.com - Di musim hujan ini, jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) yang masuk ke RSUD Jombang, Jawa Timur melonjak hingga 10 kali lipat. Akibatnya, sejumlah pasien harus rela mendapat perawatan di koridor rumah sakit.
RSUD JOmbang terpaksa menempatkan sejumlah pasien di lorong karena ruang inap pasien sudah penuh. Kapasista RSUD Jombang hanya mampu menampung 35 pasien, namun saat ini pasien yang tercatat mencapai 60 orang lebih.
Wakil Direktur RSUD Jombang, Puji Umbaran mengakui pihak rumah sakit sampai kewalahan melayani para pasien yang setiap hari terus berdatangan.
Selama ini, Puji, RSUD Jombang hanya memiliki ruang perawatan anak dengan kapasitas 35 orang. Namun yang datang saat ini mencapai 60 lebih sehingga petugas terpaksa menempatkan mereka di lorong-lorong dengan tempat tidur tambahan.
"Mereka yang dirawat umumnya adalah pasien rujukan dari berbagai puskesmas yang kondisinya dianggap sudah parah," terangnya di RSUD Jombang, Jumat (28/12/2012).
Bahkan karena lorong-lorong juga sudah penuh, ratusan penderita DBD lainnya yang datang ke RSUD Jombang terpaksa dirujuk ke rumah sakit-rumah sakit swasta.
Sebelumnya, RSUD JOmbang hanya kedatangan 4-6 orang pasien dalam sepekan. Namun belakangan ini jumlahnya mencapai lebih dari 40 orang.
"Kami sudah tak mampu lagi menampung pasien. Setiap ada pasien baru terpaksa kami rujuk ke rumah sakit lain," katanya.
Menurut Puji, jumlah penderita DBD tahun ini memang jauh lebih banyak dari tahun sebelumnya. Ia menduga, karena merupakan siklus empat tahunan sehingga jumlahnya tiba-tiba melonjak seperti yang pernah terjadi pada tahun 2008.
RSUD JOmbang terpaksa menempatkan sejumlah pasien di lorong karena ruang inap pasien sudah penuh. Kapasista RSUD Jombang hanya mampu menampung 35 pasien, namun saat ini pasien yang tercatat mencapai 60 orang lebih.
Wakil Direktur RSUD Jombang, Puji Umbaran mengakui pihak rumah sakit sampai kewalahan melayani para pasien yang setiap hari terus berdatangan.
Selama ini, Puji, RSUD Jombang hanya memiliki ruang perawatan anak dengan kapasitas 35 orang. Namun yang datang saat ini mencapai 60 lebih sehingga petugas terpaksa menempatkan mereka di lorong-lorong dengan tempat tidur tambahan.
"Mereka yang dirawat umumnya adalah pasien rujukan dari berbagai puskesmas yang kondisinya dianggap sudah parah," terangnya di RSUD Jombang, Jumat (28/12/2012).
Bahkan karena lorong-lorong juga sudah penuh, ratusan penderita DBD lainnya yang datang ke RSUD Jombang terpaksa dirujuk ke rumah sakit-rumah sakit swasta.
Sebelumnya, RSUD JOmbang hanya kedatangan 4-6 orang pasien dalam sepekan. Namun belakangan ini jumlahnya mencapai lebih dari 40 orang.
"Kami sudah tak mampu lagi menampung pasien. Setiap ada pasien baru terpaksa kami rujuk ke rumah sakit lain," katanya.
Menurut Puji, jumlah penderita DBD tahun ini memang jauh lebih banyak dari tahun sebelumnya. Ia menduga, karena merupakan siklus empat tahunan sehingga jumlahnya tiba-tiba melonjak seperti yang pernah terjadi pada tahun 2008.
(ysw)