Trans Metro Bandung diresmikan
Kamis, 27 Desember 2012 - 17:12 WIB
Trans Metro Bandung diresmikan
A
A
A
Sindonews.com - Angkutan massal Trans Metro Bandung (TMB) Koridor II Cicaheum-Cibeureum Bandung, diresmikan hari ini. TMB berkapasitas 80 penumpang itu beroperasi di jalur tengah yakni Terminal Cicaheum, Jalan Ahmad Yani, Jalan Ibrahim Adjie , Jalan Jakarta, Jalan Ahmad Yani, Jalan Asia Afrika, Jalan Sudirman, hingga Jalan Rajawali Timur.
TMB Koridor II itu diresmikan Wali Kota Bandung Dada Rosada. Dalam peresmiannya, dia berharap pengoperasian angkutan massal modern ini bisa menarik pengguna kendaraan pribadi. Sehingga kemacetan akibat lonjakan jumlah kendaraan bisa dikurangi.
"Ini bagian dari upaya mengurangi kemacetan," katanya, dalam peresmian di Terminal Cicaheum, Bandung, Kamis (27/12/2012).
Untuk menarik penumpang, TMB dilengkapi dengan fasilitas dan berbagai kelebihan. Misalnya, ada tempat khusus pemberangkatan dan pemberhentian. Pihaknya sudah menyiapkan lokasi sebagai shelter TMB meski belum semuanya selesai.
Dada mengaku gembira dengan beroperasinya TMB. Angkutan massal ini sebagai moda transportasi yang harus ada di kota besar seperti Bandung.
"Suatu kota harus memiliki transportasi massal yang aman dan nyaman," katanya
Dada menuturkan, selama banyak masyarakat yang terkendala moda transportasi jika ingin berpergian. Maka dengan beroperasinya TMB diharapkan kendala itu bisa teratasi.
Di tempat yang sama, Kadishub Kota Bandung Ricky Gustiadi mengaku optimistis bahwa TMB Koridor II bisa berjalan sesuai rencana. Saat ini Kementerian Perhubungan memberikan 10 unit TMB yang akan dioperasikan di koridor tersebut.
Bus-bus warna biru langit itu sudah dilengkapi STNK, BPKB, kartu pengawasan, serta izin trayek.
Mengenai shelter TMB, memang masih belum rampung 100 persen. Dana pembuatan shelter sendiri menelan Rp1,4 miliar dari APBD Kota Bandung.
"Ini 19 shelter, baru 80 persen. Tetapi secepatnya akan segera selesai," katanya.
Respons masyarakat terhadap pengoperasian TMB koridor II menurutnya cukup positif. Pada 10 Desember 2012 lalu TMB ini mulai dioperasikan. Pada ujicoba itu sudah memuat 12.800 penumpang. Tarif untuk penumpang umum Rp3000 sedangkan bagi pelajar dan mahasiswa Rp1.500.
TMB Koridor II itu diresmikan Wali Kota Bandung Dada Rosada. Dalam peresmiannya, dia berharap pengoperasian angkutan massal modern ini bisa menarik pengguna kendaraan pribadi. Sehingga kemacetan akibat lonjakan jumlah kendaraan bisa dikurangi.
"Ini bagian dari upaya mengurangi kemacetan," katanya, dalam peresmian di Terminal Cicaheum, Bandung, Kamis (27/12/2012).
Untuk menarik penumpang, TMB dilengkapi dengan fasilitas dan berbagai kelebihan. Misalnya, ada tempat khusus pemberangkatan dan pemberhentian. Pihaknya sudah menyiapkan lokasi sebagai shelter TMB meski belum semuanya selesai.
Dada mengaku gembira dengan beroperasinya TMB. Angkutan massal ini sebagai moda transportasi yang harus ada di kota besar seperti Bandung.
"Suatu kota harus memiliki transportasi massal yang aman dan nyaman," katanya
Dada menuturkan, selama banyak masyarakat yang terkendala moda transportasi jika ingin berpergian. Maka dengan beroperasinya TMB diharapkan kendala itu bisa teratasi.
Di tempat yang sama, Kadishub Kota Bandung Ricky Gustiadi mengaku optimistis bahwa TMB Koridor II bisa berjalan sesuai rencana. Saat ini Kementerian Perhubungan memberikan 10 unit TMB yang akan dioperasikan di koridor tersebut.
Bus-bus warna biru langit itu sudah dilengkapi STNK, BPKB, kartu pengawasan, serta izin trayek.
Mengenai shelter TMB, memang masih belum rampung 100 persen. Dana pembuatan shelter sendiri menelan Rp1,4 miliar dari APBD Kota Bandung.
"Ini 19 shelter, baru 80 persen. Tetapi secepatnya akan segera selesai," katanya.
Respons masyarakat terhadap pengoperasian TMB koridor II menurutnya cukup positif. Pada 10 Desember 2012 lalu TMB ini mulai dioperasikan. Pada ujicoba itu sudah memuat 12.800 penumpang. Tarif untuk penumpang umum Rp3000 sedangkan bagi pelajar dan mahasiswa Rp1.500.
(rsa)