Diprediksi, Pilkada Jatim hanya ada 2 cagub
Rabu, 26 Desember 2012 - 23:14 WIB
Diprediksi, Pilkada Jatim hanya ada 2 cagub
A
A
A
Sindonews.com - Menjelang Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur (Pilkada Jatim), sosiolog Universitas Negeri Surabaya (Unesa) memprediksi hanya ada dua atau tiga calon gubernur yang akan bertarung nanti.
"Kemungkinan dalam pilgub Jatim akan muncul dua hingga tiga calon saja yang akan bertarung dalam pilgub Jatim mendatang. Jika itu maka dukungan-dukungan akan lebih mengkerucut dan tidak terpecah-pecah," kata Sosiolog Unesa Ali Imron kepada Wartawan, Rabu (26/12/2012).
Dalam pengamatan dosen Sosiologi ini, perkembangan politik di Jawa Timur sejak satu bulan terakhir ini semakin menarik dengan munculnya berbagai nama dan manuver-manuver politiknya.
Hal itu, karena sejumlah partai yang tidak menjadi pengusung incumbent kemungkinan besar akan ramai-ramai menggalang kekuatan guna menghadang gubernur incumbent.
Menurutnya, dari sejumlah nama yang muncul, hanya Khofifah Indar Parawansah (Ketua PP Muslimat NU) dan Saifullah Yusuf (Wakil Gubernur Jawa Timur). Sementara Calon lain yang sudah mendeklarisakan diri namun seakan-akan tenggelam adalah mantan Kapolda Metro Jaya Untung S Radjab.
"Sementara Khofifah dan Gus Ipul sendiri saling berebut dukungan dari NU untuk bertarung dalam Pilgub mendatang," katanya.
Ia juga mengatakan, sejumlah parpol-parpol ini memang memiliki target tidak hanya pada Pilgub Jatim. Para Parpol itu juga memiliki kepentingan untuk pemilihan presiden (Pilpres) 2014 mendatang.
"Dinamika politik tetap berjalan karena sekarang baru satu calon, yakni Icumbent yang hampir dipastikan akan maju lagi. Sementara Parpol targetnya tidak hanya Pilgub tapi sudah pada target Pilpres 2014 mendatang," tukasnya.
"Kemungkinan dalam pilgub Jatim akan muncul dua hingga tiga calon saja yang akan bertarung dalam pilgub Jatim mendatang. Jika itu maka dukungan-dukungan akan lebih mengkerucut dan tidak terpecah-pecah," kata Sosiolog Unesa Ali Imron kepada Wartawan, Rabu (26/12/2012).
Dalam pengamatan dosen Sosiologi ini, perkembangan politik di Jawa Timur sejak satu bulan terakhir ini semakin menarik dengan munculnya berbagai nama dan manuver-manuver politiknya.
Hal itu, karena sejumlah partai yang tidak menjadi pengusung incumbent kemungkinan besar akan ramai-ramai menggalang kekuatan guna menghadang gubernur incumbent.
Menurutnya, dari sejumlah nama yang muncul, hanya Khofifah Indar Parawansah (Ketua PP Muslimat NU) dan Saifullah Yusuf (Wakil Gubernur Jawa Timur). Sementara Calon lain yang sudah mendeklarisakan diri namun seakan-akan tenggelam adalah mantan Kapolda Metro Jaya Untung S Radjab.
"Sementara Khofifah dan Gus Ipul sendiri saling berebut dukungan dari NU untuk bertarung dalam Pilgub mendatang," katanya.
Ia juga mengatakan, sejumlah parpol-parpol ini memang memiliki target tidak hanya pada Pilgub Jatim. Para Parpol itu juga memiliki kepentingan untuk pemilihan presiden (Pilpres) 2014 mendatang.
"Dinamika politik tetap berjalan karena sekarang baru satu calon, yakni Icumbent yang hampir dipastikan akan maju lagi. Sementara Parpol targetnya tidak hanya Pilgub tapi sudah pada target Pilpres 2014 mendatang," tukasnya.
(ysw)