Dirampok dalam taksi, vokalis band nyaris diperkosa
Rabu, 26 Desember 2012 - 18:33 WIB
Dirampok dalam taksi, vokalis band nyaris diperkosa
A
A
A
Sindonews.com - Kondisi Anis Muwafaq (18), vokalis band baru De Violet warga Pitara, Pancoran Mas, Depok, hingga kini masih syok. Betapa tidak, wanita asal Semarang yang baru saja meluncurkan bandnya di sebuah kafe di Jakarta baru-baru ini, menjadi korban perampokan sopir taksi.
Dia dibawa berputar-putar, diculik oleh sopir Taxiku bernama Deni F, saat menyetop taksi dari ITC Depok menuju Kota Wisata pada Senin 24 Desember 2012 malam. Karena belum tahu betul jalan di Jakarta, dia merasa curiga saat diajak berlama-lama di dalam taksi.
Sang sopir bahkan sempat membawanya ke wilayah Gunung Putri, dan menyekapnya di dalam taksi saat melintasi kebon kosong. Kedua tangannya diikat, dan Anis diancam dengan pisau dapur akan dibunuh jika melawan.
Anis pun sempat dipukul di bagian punggungnya hingga memar. Dia juga sempat mendengar percakapan sang sopir bersama temannya di telepon dengan logat Jawa hendak memperkosanya.
Beruntung Anis berhasil menyelamatkan diri dengan berteriak minta tolong. Hingga akhirnya dia diselamatkan Pratu Awang Apriliyanto, anggota Staf Intel Divisi Infantri I Kostrad Cilodong, Depok, saat sedang memonitoring pengamanan Natal di daerah Cibinong, Bogor.
"Saat saya tolong, Anis cerita sang sopir meminta tebusan Rp1 miliar, dan sudah menguras hartanya yakni BB Torch, uang Rp600 ribu, dan kartu ATM. Anis cerita bahwa dia ketakutan karena nyaris akan diperkosa," jelas Awang kepada wartawan di Kostrad Cilodong, Depok, Rabu (26/12/2012).
Awang menambahkan, saat dia dan Anis dimintai keterangan di Pool Taxiku, mereka sempat meminta pertanggungjawaban perlakuan sang sopir. Ternyata benar, nama Deni betul tercatat sebagai sopir di Taxiku.
"Dia (Anis) baru 3 bulan di Jakarta, sebelumnya di Semarang, belum tahu wilayah. Saat di dalam taksi, Anis mulai curiga kok argo sempat dimatikan. Di tempat kebun kosong dia disekap, dan diancam dibunuh," tandasnya.
Dia dibawa berputar-putar, diculik oleh sopir Taxiku bernama Deni F, saat menyetop taksi dari ITC Depok menuju Kota Wisata pada Senin 24 Desember 2012 malam. Karena belum tahu betul jalan di Jakarta, dia merasa curiga saat diajak berlama-lama di dalam taksi.
Sang sopir bahkan sempat membawanya ke wilayah Gunung Putri, dan menyekapnya di dalam taksi saat melintasi kebon kosong. Kedua tangannya diikat, dan Anis diancam dengan pisau dapur akan dibunuh jika melawan.
Anis pun sempat dipukul di bagian punggungnya hingga memar. Dia juga sempat mendengar percakapan sang sopir bersama temannya di telepon dengan logat Jawa hendak memperkosanya.
Beruntung Anis berhasil menyelamatkan diri dengan berteriak minta tolong. Hingga akhirnya dia diselamatkan Pratu Awang Apriliyanto, anggota Staf Intel Divisi Infantri I Kostrad Cilodong, Depok, saat sedang memonitoring pengamanan Natal di daerah Cibinong, Bogor.
"Saat saya tolong, Anis cerita sang sopir meminta tebusan Rp1 miliar, dan sudah menguras hartanya yakni BB Torch, uang Rp600 ribu, dan kartu ATM. Anis cerita bahwa dia ketakutan karena nyaris akan diperkosa," jelas Awang kepada wartawan di Kostrad Cilodong, Depok, Rabu (26/12/2012).
Awang menambahkan, saat dia dan Anis dimintai keterangan di Pool Taxiku, mereka sempat meminta pertanggungjawaban perlakuan sang sopir. Ternyata benar, nama Deni betul tercatat sebagai sopir di Taxiku.
"Dia (Anis) baru 3 bulan di Jakarta, sebelumnya di Semarang, belum tahu wilayah. Saat di dalam taksi, Anis mulai curiga kok argo sempat dimatikan. Di tempat kebun kosong dia disekap, dan diancam dibunuh," tandasnya.
(san)