Atasi banjir Jakarta, pusat harus bantu Pemprov

Rabu, 26 Desember 2012 - 17:51 WIB
Atasi banjir Jakarta,...
Atasi banjir Jakarta, pusat harus bantu Pemprov
A A A
Sindonews.com – Banjir yang kerap kali terjadi di DKI Jakarta disebabkan banyak factor. Diantaranya, pengelolaan Kali Ciliwung dan Cisadane yang masih dilakukan secara parsial, tidak adanya bantuan dari Pemerintah Pusat. Hal itu diungkapkan pengamat perkotaan Slamet Doroyani.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI tidak akan mampu, mengurai permasalahan banjir jika tidak dibantu oleh Pemerintah Pusat. Pasalnya, Pemerintah Pusat juga memiliki andil tanggungjawab yang besar terhadap banjir yang terjadi di Ibu Kota.

“Kementerian PU dan beberapa kementerian memiliki tanggungjawab yang sama, dengan Pemprov DKI. Seharusnya kedua lembaga pemeirntahan ini duduk bersama untuk menyelesaikan permasalahan banjir,” kata pengamat perkotaan Slamet Doroyani, Rabu (26/12/2012).

Upaya Pemprov DKI Jakarta untuk mrevitalisasi 226 situ, lanjutnya, tidak akan selesai dilakukan dalam jangka waktu lima tahun. Selain itu, drainase yang masuk ke dalam tanggungjawab Pemerintah Pusat, juga dikerjakan oleh Pemprov DKI.

“Seharusnya pembagian peran dan tugas, antara Pemprov DKI dengan Pemerintah Pusat harus diperjelas,” tegasnya.

Selain itu, Pemprov DKI juga melakukan kerjasama atau kordinasi dengan tiga kepala daerah penyangga Ibu Kota seperti Jawa Barat dan Banten.

“Kesepakatan tiga kepala daerah ini, yang nantinya akan meminimalisir banjir di Ibu Kota,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, rampungnya pembangunan Kanal banjir Timur (KBT) dan kanal Banjir Barat (KBB), rupanya tidak terlalu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap banjir di DKi Jakarta. Bahkan, adanya KBT dan KBB hanya memindahkan titik banjir. Hal itu diungkapkan pengamat perkotaan Slamet Doroyani.

Untuk mengatasi banjir di DKI Jakarta tidak hanya dilakukan, dengan melakukan pembangunan KBT dan KBB. Namun, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan korinasi dengan kawasan penyangga Ibu Kota.

“KBT dan KBB hanya memindahkan lokasi titik banjir, tapi tidak meminimalisir banjir yang terjadi di Jakarta,” kata pengamat perkotaan Slamet Doroyani kepada Sindonews.com, Rabu (26/12/2012).

Ia menilai, gerakan Jokowi-Ahok lamban dalam menangulangi banjir yang sudah menjadi langganan bagi Kota Jakarta. Lambannya penanganan banjir, mengakibatkan warga mengalami kerugian materi, bahkan sampai ada yang kehilangan nyawa akibat bencana banjir ini.

“Sistem erly warning yang tidak berjalan dengan baik dan tidak adanya kordinasi dengan kawasan penyanggah, membuat banjir di Jakarta sulit diatas,” katanya.
(stb)
Berita Terkait
Jakarta Dikepung Banjir,...
Jakarta Dikepung Banjir, Mantan Gubernur Djarot: Alhamdulillah...!
4 Gubernur Jakarta yang...
4 Gubernur Jakarta yang Dulunya Wagub dari Henk Ngantung hingga Djarot Saiful Hidayat
Saefullah, Sekda DKI...
Saefullah, Sekda DKI 4 Gubernur dari Jokowi, Ahok, Djarot hingga Anies
Banjir Jakarta Antara...
Banjir Jakarta Antara Sutiyoso, Jokowi, Ahok dan Anies
PDIP Godok Kader Internal...
PDIP Godok Kader Internal di Pilgub DKI: Ada Ahok, Djarot, Risma, dan Andika Perkasa
Banjir Jakarta, Ahok...
Banjir Jakarta, Ahok dan Anies Adu Kuat di Dunia Maya
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Tangerang Pelajari Kelola Minyak Jelantah
1 jam yang lalu
Ada Konser hingga Lomba,...
Ada Konser hingga Lomba, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
2 jam yang lalu
Kaesang Nobar Timnas...
Kaesang Nobar Timnas Indonesia Bareng Gubernur Sumsel
2 jam yang lalu
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
5 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
6 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
6 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Potong Pajak Pembelian BBM 5%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved