Raehan dan Rafli sudah mendapatkan PMT
Rabu, 26 Desember 2012 - 14:36 WIB
Raehan dan Rafli sudah mendapatkan PMT
A
A
A
Sindonews.com – Dua balita gizi buruk dan busung lapar Muhammad Raehan (3) dan Muhammad Rivai (1,5 tahun) sudah mendapatkan perawatan yang intensif.
Bahkan, kedua balita malang ini sudah mendapatkan asupan Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
Hal itu diungkapkan Kepala UPT Puskesmas Sukmajaya Wahyudin. Menurutnya, mengtakan pihaknya sudah memberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Pihaknya juga sudah menganjurkan untuk dirawat di puskesmas.
"Namun pihak panti belum bersedia karena tidak ada yang menjaga, segera kami tangani ke Puskesmas Baktijaya," kata Kepala UPT Puskesmas Sukmajaya Wahyudin, Rabu (26/12/2012).
Seperti diberitakan seblumnya, Muhammad Raehan (3) dan Muhammad Rivai atau yang biasa akrab disapa Rafli (1,5 tahun) mengalami busung lapar dan gizi buruk, karena keduanya berasal dari keluarga miskin.
Orang tua Raehan dan Rafli sengaja menitipkan mereka di Panti Asuhan Bina Remaja Mandiri, Jalan Kramat Benda, RT 003/027, Baktijaya, Sukmajaya, Depok.
Ayah Raehan, hanya bekerja sebagai pemulung, sementara ibunya saat ini dalam kondisi sakit jiwa.
Sementara ayah Rafli, hanya bekerja sebagai kuli bangunan, sementara ibu kandungnya sudah meninggal dunia. Namun sesekali kedua orang tua mereka memberikan susu atau biskuit ke panti tersebut.
Bahkan, kedua balita malang ini sudah mendapatkan asupan Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
Hal itu diungkapkan Kepala UPT Puskesmas Sukmajaya Wahyudin. Menurutnya, mengtakan pihaknya sudah memberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Pihaknya juga sudah menganjurkan untuk dirawat di puskesmas.
"Namun pihak panti belum bersedia karena tidak ada yang menjaga, segera kami tangani ke Puskesmas Baktijaya," kata Kepala UPT Puskesmas Sukmajaya Wahyudin, Rabu (26/12/2012).
Seperti diberitakan seblumnya, Muhammad Raehan (3) dan Muhammad Rivai atau yang biasa akrab disapa Rafli (1,5 tahun) mengalami busung lapar dan gizi buruk, karena keduanya berasal dari keluarga miskin.
Orang tua Raehan dan Rafli sengaja menitipkan mereka di Panti Asuhan Bina Remaja Mandiri, Jalan Kramat Benda, RT 003/027, Baktijaya, Sukmajaya, Depok.
Ayah Raehan, hanya bekerja sebagai pemulung, sementara ibunya saat ini dalam kondisi sakit jiwa.
Sementara ayah Rafli, hanya bekerja sebagai kuli bangunan, sementara ibu kandungnya sudah meninggal dunia. Namun sesekali kedua orang tua mereka memberikan susu atau biskuit ke panti tersebut.
(stb)