Pemkot Depok bantu Raehan dan Rafli
Rabu, 26 Desember 2012 - 13:26 WIB
Pemkot Depok bantu Raehan dan Rafli
A
A
A
Sindonews.com - Dinas Kesehatan Kota Depok langsung menangangi dua balita gizi buruk dan busung lapar Muhammad Raehan (3) dan Muhammad Rivai (1,5 tahun), ke Panti Pemulihan Gizi Sukmajaya, Depok, Jawa Barat.
Mereka langsung ditangani secara medis, untuk meningkatkan kondisi fisik mereka agar menjadi balita yang normal.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Hardiono mengatakan, selama ini kedua balita gizi buruk tersebut sudah ditangani oleh Puskesmas Baktijaya. Namun pihak pemilik panti belum bersedia untuk dirawat.
"Kami meminta agar pihak puskesmas berkomunikasi dengan pemilik panti, untuk dibujuk agar mengijinkan Raehan dan Rivai untuk dirawat di puskesmas. Jika menolak, pihak panti harus membuat surat penolakan," ujarnya kepada wartawan, Rabu (26/12/12).
Semestinya, kata Hardiono, pihak panti supaya memahami, tidak mudah untuk menangani kasus gizi buruk.
Hardiono langsung memerintahkan pihak puskesmas untuk merawat kedua balita itu ke panti pemulihan gizi.
"Ini bagian kepedulian pemerintah terhadap rakyatnya. Saya perintahkan untuk dibawa ke panti pemulihan gizi Sukmajaya, untuk dirawat disana, tenaga ada, penyuluh gizi ada. Perawatn hanya dua minggu, kondisi kedua balita ini bisa kembali normal. Untuk penyakit bawaan, akan ditangani oleh RSUD," tegasnya.
Sejauh ini, lanjut Hardiono, terdapat 50 lebih balita gizi buruk. Ciri-cirinya, berat badan jauh seimbang dengan tinggi badan.
"Ada 50an, kita semakin banyak menemukan kasus itu di penimbangan balita justru lebih bagus, memang itu tentu mempengaruhi pertumbuhan, nanti deteksi dulu lebih lanjut," paparnya.
Seperti diberitakan seblumnya, Muhammad Raehan (3) dan Muhammad Rivai atau yang biasa akrab disapa Rafli (1,5 tahun) mengalami busung lapar dan gizi buruk, karena keduanya berasal dari keluarga miskin.
Orang tua Raehan dan Rafli sengaja menitipkan mereka di Panti Asuhan Bina Remaja Mandiri, Jalan Kramat Benda, RT 003/027, Baktijaya, Sukmajaya, Depok.
Ayah Raehan, hanya bekerja sebagai pemulung, sementara ibunya saat ini dalam kondisi sakit jiwa.
Sementara ayah Rafli, hanya bekerja sebagai kuli bangunan, sementara ibu kandungnya sudah meninggal dunia.
Namun sesekali kedua orang tua mereka memberikan susu atau biskuit ke panti tersebut.
(stb)