Injak paku, TKI Trenggalek tewas
Rabu, 26 Desember 2012 - 03:02 WIB
Injak paku, TKI Trenggalek tewas
A
A
A
Sindonews.com - Yasin (53), seorang buruh migrant Malaysia asal Desa Baruharjo, Kabupaten Trenggalek, tewas di tempat kerjanya. Yasin meregang nyawa setelah penyakit tetanus menginfeksi kakinya.
Menurut keterangan Moh Malik (42), salah seorang kerabatnya, kaki Yasin terluka setelah menginjak paku saat bekerja.
"Informasi yang diberikan saudara yang di Malaysia, Yasin mendiamkan saja. Ternyata luka itu semakin parah dan akhirnya meninggal dunia," tuturnya kepada wartawan, di Jawa Timur, Selasa (25/12/2012).
Yasin menjadi TKI di Malaysia sejak tahun 1991. Ia bekerja di negara bagian Pahang sebagai kuli bangunan di sejumlah pembangunan mall dan sejenisnya.
"Yasin berangkat mandiri tanpa melalui jasa PJTKI (Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia). Selama di sana, ia juga sering pulang ke Indonesia dan kembali lagi ke sana (Malaysia)," paparnya.
Luka kaki yang didiamkan itu bengkak dan meradang. Yasin demam tinggi disertai gejala kejang–kejang sebagaimana ciri penyakit tetanus. Dalam perjalanan menuju rumah sakit yang bersangkutan meninggal dunia.
Menurut keterangan Bambang Haryanto selaku family yang mengurusi pemulangan jenazah, pihaknya sudah memeberitahukan kabar kematian Yasin ke KBRI di Malaysia. Dan pihak KBRI sudah memberikan rekomendasi agar jenazah dipulangkan ke tanah air.
"Rencananya malam ini jenazah bisa sampai Trenggalek," ujarnya.
Hanya saja, yang menjadi pertanyaan pihak keluarga, pihak KBRI tidak bersedia memberikan keterangan resmi penyebab kematian Yasin. Melalui telphon, pihak KBRI hanya mengatakan, semua keterangan soal kematian Yasin tertulis dalam visum dokter rumah sakit.
"Visum dokter itu akan datang bersama datangnya peti jenazah," pungkasnya.
Sementara itu, pihak Pemerintah Kabupaten Trenggalek belum bisa dikonfirmasi. Hingga saat ini belum ada kepastikan mengenai hak Yasin di perusahaan tempatnya bekerja, termasuk uang tali asih dari pemerintah yang biasanya diberikan kepada buruh migrant yang meninggal dunia.
Menurut keterangan Moh Malik (42), salah seorang kerabatnya, kaki Yasin terluka setelah menginjak paku saat bekerja.
"Informasi yang diberikan saudara yang di Malaysia, Yasin mendiamkan saja. Ternyata luka itu semakin parah dan akhirnya meninggal dunia," tuturnya kepada wartawan, di Jawa Timur, Selasa (25/12/2012).
Yasin menjadi TKI di Malaysia sejak tahun 1991. Ia bekerja di negara bagian Pahang sebagai kuli bangunan di sejumlah pembangunan mall dan sejenisnya.
"Yasin berangkat mandiri tanpa melalui jasa PJTKI (Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia). Selama di sana, ia juga sering pulang ke Indonesia dan kembali lagi ke sana (Malaysia)," paparnya.
Luka kaki yang didiamkan itu bengkak dan meradang. Yasin demam tinggi disertai gejala kejang–kejang sebagaimana ciri penyakit tetanus. Dalam perjalanan menuju rumah sakit yang bersangkutan meninggal dunia.
Menurut keterangan Bambang Haryanto selaku family yang mengurusi pemulangan jenazah, pihaknya sudah memeberitahukan kabar kematian Yasin ke KBRI di Malaysia. Dan pihak KBRI sudah memberikan rekomendasi agar jenazah dipulangkan ke tanah air.
"Rencananya malam ini jenazah bisa sampai Trenggalek," ujarnya.
Hanya saja, yang menjadi pertanyaan pihak keluarga, pihak KBRI tidak bersedia memberikan keterangan resmi penyebab kematian Yasin. Melalui telphon, pihak KBRI hanya mengatakan, semua keterangan soal kematian Yasin tertulis dalam visum dokter rumah sakit.
"Visum dokter itu akan datang bersama datangnya peti jenazah," pungkasnya.
Sementara itu, pihak Pemerintah Kabupaten Trenggalek belum bisa dikonfirmasi. Hingga saat ini belum ada kepastikan mengenai hak Yasin di perusahaan tempatnya bekerja, termasuk uang tali asih dari pemerintah yang biasanya diberikan kepada buruh migrant yang meninggal dunia.
(mhd)