Peringati tsunami Aceh, nelayan pantang melaut

Selasa, 25 Desember 2012 - 23:04 WIB
Peringati tsunami Aceh,...
Peringati tsunami Aceh, nelayan pantang melaut
A A A
Sindonews.com - Nelayan Aceh dipantangkan melaut dalam rangka memperingati sewindu bencana gempa dan tsunami Aceh. Imbauan tersebut, diputuskan Lembaga Hukom Adat Laot (lembaga hukum adat laut) melalui tokoh adat Panglima Laot Aceh (Panglima Laut Aceh).

"Tanggal 26 Desember hari pantang melaut. Manfaatkan hari itu untuk mengenang keluarga dan sahabat kita yang telah menjadi korban tsunami," kata Panglima Laut Aceh T Bustamam kepada wartawan, di Aceh. Selasa (24/12/2012).

Pantang melaut saat peringatan tsunami sudah ditetapkan sebagai hukum adat laut, diputuskan nelayan Aceh tidak melaut selama sehari.

Sementara pantangan lainnya pada hari Jumat, kenduri laut selama tiga hari, Hari Raya Idul Fitri libur dan Hari Raya Idul Adha libur tiga hari, sementa Hari Kemerdekaan 17 Agustus tidak melaut sehari.

Menurutnya, tidak sedikit masyarakat nelayan di Aceh yang menjadi korban tsunami dari 270.000 orang yang menjadi korban diperkirakan lebih dari 30 persen dari korban adalah masyarakat pesisir yang berprofesi sebagai nelayan.

"Sebagian besar dari syuhada tsunami itu diyakini menjadi korban, karena minimnya pengetahuan mereka terhadap tsunami," jelasnya.

Putusan pantang melaut merupakan hasil musyawarah panglima laot Aceh dengan panglima laot lhok tahun 2005 lalu.

Menurutnya, tanggal 26 Desember dipilih sebagai hari pantang melaut setelah adanya musyawarah besar yang dilakukan Panglima Laot Aceh bersama seluruh Panglima Laot Lhok, Kabupaten dan Provinsi pada tahun 2005 silam.

"Tsunami 2004 harus menjadi pelajaran bagi semua pihak, khususnya penduduk pesisir laut termasuk nelayan," katanya.

Sekjen Panglima Laot Aceh, H. Umar Abdul Aziz, mengatakan, kebijakan libur pada hari 26 Desember juga sudah diterapkan oleh Pemerintah Daerah Aceh pada tahun 2011 lalu yang menetapkan hari tersebut sebagai hari libur daerah.

"Kita berharap kebijakan yang mengandung nilai edukatif ini dapat dipertahankan," harapnya
(mhd)
Berita Terkait
Bangun dan Revitalisasi...
Bangun dan Revitalisasi Sistem Pendidikan Seni dan Budaya lewat ODA
Menghidupkan Budaya...
Menghidupkan Budaya dan Kebersamaan dalam Bedhayan Topeng Abdi Sekartaji
Art Love U Fest 2024:...
Art Love U Fest 2024: Bertemunya Seni dan Cinta di JDC
Indonesia Bertutur 2024,...
Indonesia Bertutur 2024, Upaya Perkuat Ekosistem Budaya
Napak Jagat Nusantara...
Napak Jagat Nusantara Penampil Utama dalam Gelaran Seni Budaya untuk Meriahkan Rangkaian HUT ke-79 TNI
Pecah, Puluhan Ribu...
Pecah, Puluhan Ribu Orang Padati Sakura Matsuri 2025 di Jababeka
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
1 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
1 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
1 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
1 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
2 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
2 jam yang lalu
Infografis
Indonesia Negara Kedua...
Indonesia Negara Kedua Paling Rentan Digulung Tsunami
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved