Ayah dua balita busung lapar di Depok
Selasa, 25 Desember 2012 - 16:38 WIB
Ayah dua balita busung lapar di Depok
A
A
A
Sindonews.com - Malang sekali nasib Muhammad Raehan (3) dan Muhammad Rivai atau yang biasa akrab disapa Rafli (1,5 tahun).
Kedua balita ini mengalami busung lapar dan gizi buruk, karena keduanya berasal dari keluarga miskin.
Orang tua Raehan dan Rafli sengaja menitipkan mereka di Panti Asuhan Bina Remaja Mandiri, Jalan Kramat Benda, RT 003/027, Baktijaya, Sukmajaya, Depok. Ayah Raehan, hanya bekerja sebagai pemulung, sementara ibunya saat ini dalam kondisi sakit jiwa.
Sementara ayah Rafli, hanya bekerja sebagai kuli bangunan, sementara ibu kandungnya sudah meninggal dunia. Namun sesekali kedua orang tua mereka memberikan susu atau biskuit ke panti tersebut.
"Raehan dan Rafli sengaja diantar keluarganya. Dari RT RW dan kelurahan, keluarga tak mampu," ujar Pengurus Panti, Yanti Andriani, Selasa (25/12/12).
Rafli dan Raehan baru diantar ke panti tersebut sekira 1-2 bulan lalu. Bahkan saat pertama dibawa ke panti, perut Rafli dalam kondisi besar sebelah karena busung lapar.
"Saat dirawat disini (panti) sudah lebih kempes, enggak besar sebelah," tandasnya.
Kedua balita ini mengalami busung lapar dan gizi buruk, karena keduanya berasal dari keluarga miskin.
Orang tua Raehan dan Rafli sengaja menitipkan mereka di Panti Asuhan Bina Remaja Mandiri, Jalan Kramat Benda, RT 003/027, Baktijaya, Sukmajaya, Depok. Ayah Raehan, hanya bekerja sebagai pemulung, sementara ibunya saat ini dalam kondisi sakit jiwa.
Sementara ayah Rafli, hanya bekerja sebagai kuli bangunan, sementara ibu kandungnya sudah meninggal dunia. Namun sesekali kedua orang tua mereka memberikan susu atau biskuit ke panti tersebut.
"Raehan dan Rafli sengaja diantar keluarganya. Dari RT RW dan kelurahan, keluarga tak mampu," ujar Pengurus Panti, Yanti Andriani, Selasa (25/12/12).
Rafli dan Raehan baru diantar ke panti tersebut sekira 1-2 bulan lalu. Bahkan saat pertama dibawa ke panti, perut Rafli dalam kondisi besar sebelah karena busung lapar.
"Saat dirawat disini (panti) sudah lebih kempes, enggak besar sebelah," tandasnya.
(stb)