Truk pengangkut minuman masuk jurang
Senin, 24 Desember 2012 - 18:47 WIB
Truk pengangkut minuman masuk jurang
A
A
A
Sindonews.com - Sebuah truk pengangkut minuman dengan nomor polisi (Nopol) Z 8204 AD terperosok ke dalam jurang di Jalan Raya Pangandaran, tepatnya di Dusun/Desa Emplak, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Truk yang belakangan diketahui dikemudikan Ucu Darmadi (39), warga Tasikmalaya, itu terperosok masuk jurang yang sebelumnya menghindari tabrakan dengan sebuah bus pariwisata yang tidak sempat dikenali.
Peristiwa itu terjadi, saat truk nahas itu melaju dari arah Ciamis (Utara) menuju Pangandaran (Selatan) sesampai di lokasi, tepat saat melintas tikungan Cikadu, tiba-tiba dari arah berlawanan datang bus pariwisata yang diduga tidak mengenali medan.
"Posisi bus pariwisata itu, mengambil jalan ke arah kanan sehingga posisi truk yang saya kendarai kehabisan jalan. Saya pikir dari pada tabrakan, lebih baik menghindar mengambil jalur sebelah kiri, namun, tanpa saya duga jalur kiri yang saya ambil tanahnya labil membuat kendaraan terperosok," ucap Ucu saat memberi penjelasan kepada Polisi lalu lintas Pospol Pangandaran, Jawa Barat, Senin (24/12/2012).
Menurutnya, mengetahui truknya nyaris terperosok dia berusaha menyelamatkan diri. Benar saja dugaanya, beberapa saat dirinya setelah lompat dari dalam kendaraan ternyata posisi truk yang sudah mengantung terperosok ke dalam jurang hingga kondisinya terbalik.
"Saya masih beruntung bisa selamat, namun semua produk minuman ringan masuk ke dalam jurang dan sulit untuk dievakuasi," jelasnya.
Ucu menyebutkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemilik minuman untuk diantar ke Kawasan pangandaran dari wilayah Tasikmalaya itu.
"Saya tidak tahu pertangungjawabanya seperti apa, karena ini yang pertama kali saya alami. Sekarang, saya sudah lapor saya pasrah saja, dengan kondisi yang ada," keluhnya.
Maman (38), warga Emplak menyebutkan, truk nahas itu masuk jurang diduga akibat tidak bisa mengendalikan kemudi saat berpapasan dengan bus pariwisata yang pulang dari arah Pangandaran.
"Kecepatan mobil truk juga sebaliknya bus lumayan kencang sehingga pengemudi mmungkin tidak bisa menghindar lagi saat truk nyaris bertabrakan, sehingga mengambil alternatif ke arah kiri sekalipun harus terperosok," tambahnya.
Truk yang belakangan diketahui dikemudikan Ucu Darmadi (39), warga Tasikmalaya, itu terperosok masuk jurang yang sebelumnya menghindari tabrakan dengan sebuah bus pariwisata yang tidak sempat dikenali.
Peristiwa itu terjadi, saat truk nahas itu melaju dari arah Ciamis (Utara) menuju Pangandaran (Selatan) sesampai di lokasi, tepat saat melintas tikungan Cikadu, tiba-tiba dari arah berlawanan datang bus pariwisata yang diduga tidak mengenali medan.
"Posisi bus pariwisata itu, mengambil jalan ke arah kanan sehingga posisi truk yang saya kendarai kehabisan jalan. Saya pikir dari pada tabrakan, lebih baik menghindar mengambil jalur sebelah kiri, namun, tanpa saya duga jalur kiri yang saya ambil tanahnya labil membuat kendaraan terperosok," ucap Ucu saat memberi penjelasan kepada Polisi lalu lintas Pospol Pangandaran, Jawa Barat, Senin (24/12/2012).
Menurutnya, mengetahui truknya nyaris terperosok dia berusaha menyelamatkan diri. Benar saja dugaanya, beberapa saat dirinya setelah lompat dari dalam kendaraan ternyata posisi truk yang sudah mengantung terperosok ke dalam jurang hingga kondisinya terbalik.
"Saya masih beruntung bisa selamat, namun semua produk minuman ringan masuk ke dalam jurang dan sulit untuk dievakuasi," jelasnya.
Ucu menyebutkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemilik minuman untuk diantar ke Kawasan pangandaran dari wilayah Tasikmalaya itu.
"Saya tidak tahu pertangungjawabanya seperti apa, karena ini yang pertama kali saya alami. Sekarang, saya sudah lapor saya pasrah saja, dengan kondisi yang ada," keluhnya.
Maman (38), warga Emplak menyebutkan, truk nahas itu masuk jurang diduga akibat tidak bisa mengendalikan kemudi saat berpapasan dengan bus pariwisata yang pulang dari arah Pangandaran.
"Kecepatan mobil truk juga sebaliknya bus lumayan kencang sehingga pengemudi mmungkin tidak bisa menghindar lagi saat truk nyaris bertabrakan, sehingga mengambil alternatif ke arah kiri sekalipun harus terperosok," tambahnya.
(mhd)