Hujan deras, 13 titik banjir & longsor di Depok
Senin, 24 Desember 2012 - 17:23 WIB
Hujan deras, 13 titik banjir & longsor di Depok
A
A
A
Sindonews.com - Guyuran air hujan deras yang terjadi di Depok, selama dua hari sudah terdapat 13 titik banjir dan longsor. Di antaranya titik banjir di Perumahan Taman Duta, Bukit Cengkeh, Perumahan Cening Ampe, dan titik lainnya. Sedangkan titik longsor terjadi di Perumahan Jatijajar dan Komplek Pelni.
"13 titik lokasi banjir dan longsor, karena kondisi curah hujan tinggi, jadinya kaget, didesak air begitu besar. Faktor alam," kata Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Depok Heri Gumilar kepada wartawan di lokasi banjir, Senin (24/12/2012).
Heri menambahkan, dana tanggap darurat yang dikeluarkan untuk mengatasi banjir dan longsor sejauh ini masih dihitung terus. Sementara sejauh ini pihaknya menggunakan dana pemeliharaan dan selebihnya akan menggunakan dana pascabencana.
"Itu masih kita hitung. Masih by proses. Kalau untuk jebolnya tanggul Kali Laya kemarin, biaya tanggap darurat mencapai Rp240 juta, dana pasca bencananya masih dihitung. Kalau dilihat dari jenis konstruksi, kemungkinan harus dilelang. Diatas Rp200 juta," ungkapnya.
Sementara untuk anggaran penanganan longsor, kata dia, juga akan menggunakan dana pasca bencana. Sehingga diambil dari pos dana pascabencana.
"Kita baru berpikir baru untuk Kali Laya, yang lain baru berpikir dari dana pemeliharaan. Longsor di Jalan Ngarai, Cimanggis juga diambil dari dana pascabencana, dari dana pemeliharaan seperti ini. Tapi itu kan dari dana pemeliharaan, bukan dana tak terduga," paparnya.
"13 titik lokasi banjir dan longsor, karena kondisi curah hujan tinggi, jadinya kaget, didesak air begitu besar. Faktor alam," kata Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Depok Heri Gumilar kepada wartawan di lokasi banjir, Senin (24/12/2012).
Heri menambahkan, dana tanggap darurat yang dikeluarkan untuk mengatasi banjir dan longsor sejauh ini masih dihitung terus. Sementara sejauh ini pihaknya menggunakan dana pemeliharaan dan selebihnya akan menggunakan dana pascabencana.
"Itu masih kita hitung. Masih by proses. Kalau untuk jebolnya tanggul Kali Laya kemarin, biaya tanggap darurat mencapai Rp240 juta, dana pasca bencananya masih dihitung. Kalau dilihat dari jenis konstruksi, kemungkinan harus dilelang. Diatas Rp200 juta," ungkapnya.
Sementara untuk anggaran penanganan longsor, kata dia, juga akan menggunakan dana pasca bencana. Sehingga diambil dari pos dana pascabencana.
"Kita baru berpikir baru untuk Kali Laya, yang lain baru berpikir dari dana pemeliharaan. Longsor di Jalan Ngarai, Cimanggis juga diambil dari dana pascabencana, dari dana pemeliharaan seperti ini. Tapi itu kan dari dana pemeliharaan, bukan dana tak terduga," paparnya.
(mhd)