2013, Jokowi wajibkan normalisasi Ciliwung, Angke, & Sunter
Senin, 24 Desember 2012 - 15:18 WIB
2013, Jokowi wajibkan normalisasi Ciliwung, Angke, & Sunter
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mewajibkan tahun 2013 mendatang mewajibkan normalisasi seluruh sungai yang ada di Jakarta.
Normalisasi ini dimaksudkan untuk mengurangi banjir yang mulai melanda Jakarta, dan merendam beberapa wilayah di Jakarta.
"Yah ini memang sudah dari satu, dua sampai tujuh tahun yang lalu seperti ini terus. Dan dalam kurun jangka panjang harus normalisasi kali Ciliwung, Angke, dan Sunter. Itu wajib mulai tahun depan, inginnya dipercepat. Kita sudah ada 68 titik, setiap tahun dikurangi dan harus ada progres itu. Wajib itu," kata Jokowi, di Bukit Duri, Jakarta Selatan, Senin (24/12/2012).
Sedangkan untuk saat ini, menurutnya, Pemprov DKI baru bisa melakukan evakuasi dan pemberian bantuan kepada warga yang terkena banjir. Dimana warga tersebut biasanya mengungsi ke masjid, mushollah ataupun tempat-tempat lainnya yang dianggap aman dan mampu menampung.
"Kalau seperti ini, yah evakuasi, beri bantuan ke masyarakat. Yang sudah puluhan tahun kayak gini terus," tukas Jokowi.
Sebelumnya diketahui, hari ini Jokowi melakukan kunjungan (blusukan) ke wilayah di Jakarta yang terkena banjir. Bidaracina dan Bukit Duri menjadi sasaran daerah terkena banjir yang dikunjunginya hari ini.
Bidaracina sendiri diketahui dalam kurun waktu Desember bulan ini sudah empat kali mengalami banjir. Sedangkan di Bukit Duri sudah dua kali terkena banjir. Kedua banjir ini diketahui salah satunya akibat meluapnya kali Ciliwung.
Normalisasi ini dimaksudkan untuk mengurangi banjir yang mulai melanda Jakarta, dan merendam beberapa wilayah di Jakarta.
"Yah ini memang sudah dari satu, dua sampai tujuh tahun yang lalu seperti ini terus. Dan dalam kurun jangka panjang harus normalisasi kali Ciliwung, Angke, dan Sunter. Itu wajib mulai tahun depan, inginnya dipercepat. Kita sudah ada 68 titik, setiap tahun dikurangi dan harus ada progres itu. Wajib itu," kata Jokowi, di Bukit Duri, Jakarta Selatan, Senin (24/12/2012).
Sedangkan untuk saat ini, menurutnya, Pemprov DKI baru bisa melakukan evakuasi dan pemberian bantuan kepada warga yang terkena banjir. Dimana warga tersebut biasanya mengungsi ke masjid, mushollah ataupun tempat-tempat lainnya yang dianggap aman dan mampu menampung.
"Kalau seperti ini, yah evakuasi, beri bantuan ke masyarakat. Yang sudah puluhan tahun kayak gini terus," tukas Jokowi.
Sebelumnya diketahui, hari ini Jokowi melakukan kunjungan (blusukan) ke wilayah di Jakarta yang terkena banjir. Bidaracina dan Bukit Duri menjadi sasaran daerah terkena banjir yang dikunjunginya hari ini.
Bidaracina sendiri diketahui dalam kurun waktu Desember bulan ini sudah empat kali mengalami banjir. Sedangkan di Bukit Duri sudah dua kali terkena banjir. Kedua banjir ini diketahui salah satunya akibat meluapnya kali Ciliwung.
(rsa)