Sejumlah Cagub Jabar mulai 'bergerilya'
Senin, 24 Desember 2012 - 08:43 WIB
Sejumlah Cagub Jabar mulai 'bergerilya'
A
A
A
Sindonews.com - Para Calon Gubernur Jawa Barat (Cagub Jabar) mulai melakukan 'gerilya' dengan meyambangi sejumlah tempat. Dalam kegiatan tersebut, masing-masing Cagub Jabar mengumbar janji akan merealisasikan semua program-programnya.
Dalam kegiatannya, Rieke Diah Pitaloka mengunjungi pengrajin tempe di Citeureup, Kabupaten Bogor. Dari para pengrajin, Rieke mendapat keluhan kelangkaan bahan baku pembuat tempe dan tingginya harga kedelai
Calon nomor urut 5 ini meyakini Jabar dapat menjadi sentra kedelai. Jika dia terpilih jadi Gubernur Jabar, bersama dengan wakilnya Teten Masduki, akan menambah lahan tanam kedelai yang tidak saja menjadi selingan setelah panen padi.
"Saya yakin untuk memenuhi kebutuhan Jawa Barat saja hal itu bisa dilakukan," tuturnya, dalam kunjunganya kemarin, seperti dalam rilisnya, Senin (24/12/2012).
Sosilalisasi RDP di Kabupaten Bogor diakhiri dengan peresmian jalan yang dibangun secara mandiri oleh warga Desa Sasak Panjang, Kecamatan Tajurhalang setelah sebelumnya menyambangi Pasar Ciawi dan Pasar Babakan Madang.
Di Kuningan, Yance bersilaturahmi dengan beberapa kepala desa. Dia mengkritisi program desa peradaban yang dilaksanakan untuk pengembangan desa mandiri. Menurutnya, program ini masih jauh dari merata.
Kata Mantan Bupati Indramayu yang berpasangan dengan mantan bupati Tasikmalaya Tatang Farhanul Hakim, penyaluran dana program peradaban senilai Rp100 juta ke desa-desa di seluruh Jawa Barat berdasarkan pertimbangan politik.
"Akibatnya, banyak desa yang sampai sekarang tidak mendapatkan dana tersebut. Sekarang kalau kemudian kita memilih desa dengan pertimbangan politik hanya dikasih Rp100 juta, namun dipilah-pilah melalui pertimbangan politik, ini kan tidak adil," katanya pada kunjungan yang dilakukan Sabtu lalu, melalui rilisnya, Senin (24/12/2012).
Sebagai cagub Jabar dengan nomor urut dua, dirinya memiliki program desa peradaban dengan penyaluran tanpa pertimbangan politik. Seluruh desa di Jabar harus memperoleh dana tersebut guna pembangunan desa.
"Saya siapkan program Rp500 juta untuk seluruh desa. Di desa itu saya mau menang atau tidak, tetap saya akan memberikan bantuan. Saya komitmen dalam rangka membangun daerah untuk menekan angka kemiskinan di Jabar, menekan urbanisasi, dan meningkatkan desa lebih sejahtera," paparnya.
Dalam kegiatannya, Rieke Diah Pitaloka mengunjungi pengrajin tempe di Citeureup, Kabupaten Bogor. Dari para pengrajin, Rieke mendapat keluhan kelangkaan bahan baku pembuat tempe dan tingginya harga kedelai
Calon nomor urut 5 ini meyakini Jabar dapat menjadi sentra kedelai. Jika dia terpilih jadi Gubernur Jabar, bersama dengan wakilnya Teten Masduki, akan menambah lahan tanam kedelai yang tidak saja menjadi selingan setelah panen padi.
"Saya yakin untuk memenuhi kebutuhan Jawa Barat saja hal itu bisa dilakukan," tuturnya, dalam kunjunganya kemarin, seperti dalam rilisnya, Senin (24/12/2012).
Sosilalisasi RDP di Kabupaten Bogor diakhiri dengan peresmian jalan yang dibangun secara mandiri oleh warga Desa Sasak Panjang, Kecamatan Tajurhalang setelah sebelumnya menyambangi Pasar Ciawi dan Pasar Babakan Madang.
Di Kuningan, Yance bersilaturahmi dengan beberapa kepala desa. Dia mengkritisi program desa peradaban yang dilaksanakan untuk pengembangan desa mandiri. Menurutnya, program ini masih jauh dari merata.
Kata Mantan Bupati Indramayu yang berpasangan dengan mantan bupati Tasikmalaya Tatang Farhanul Hakim, penyaluran dana program peradaban senilai Rp100 juta ke desa-desa di seluruh Jawa Barat berdasarkan pertimbangan politik.
"Akibatnya, banyak desa yang sampai sekarang tidak mendapatkan dana tersebut. Sekarang kalau kemudian kita memilih desa dengan pertimbangan politik hanya dikasih Rp100 juta, namun dipilah-pilah melalui pertimbangan politik, ini kan tidak adil," katanya pada kunjungan yang dilakukan Sabtu lalu, melalui rilisnya, Senin (24/12/2012).
Sebagai cagub Jabar dengan nomor urut dua, dirinya memiliki program desa peradaban dengan penyaluran tanpa pertimbangan politik. Seluruh desa di Jabar harus memperoleh dana tersebut guna pembangunan desa.
"Saya siapkan program Rp500 juta untuk seluruh desa. Di desa itu saya mau menang atau tidak, tetap saya akan memberikan bantuan. Saya komitmen dalam rangka membangun daerah untuk menekan angka kemiskinan di Jabar, menekan urbanisasi, dan meningkatkan desa lebih sejahtera," paparnya.
(ysw)