Warga tegas menentang pembangunan bandara
Minggu, 23 Desember 2012 - 16:56 WIB
Warga tegas menentang pembangunan bandara
A
A
A
Sindonews.com – Kendati Bupati Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo memenuhi janji untuk menyosialisasikan rencana pembangunan bandara internasional di Kulonprogo. Namun, kelompok penentang, paguyuban Wahana Tri Tunggal (WTT) ogah merubah pendirian.
Ketua WTT Purwinto mengatakan, warga tetap tidak puas karena sosialisasi belum bisa menjawab keresahan warga.
”Informasinya setengah-setengah. Jadi terkesan dipaksakan,” kata Purwinto, Minggu (23/12/2012).
Dia menegaskan, WTT tetap pada komitmen awal menolak rencana pembangunan bandara. Saat ini, WTT terus konsolidasi internal dan menghimpun dukungan. Salah satunya dengan pembubuhan 1.000 tanda tangan dan meminta pendampingan kepada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta.
“Kalau tanda tangan baru 25 persen, kami optimis masih banyak warga yang sejalan dengan komitmen kami. Rencana menggandeng LBH juga tetap jalan, walau pun belum direalisasikan. Masih menunggu waktu,” terangnya.
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengakui belum ada informasi baru dari pembangunan bandara. Informasi yang disampaikan dalam sosialisasi masih sama persis dengan apa yang disampaikan sebelumnya.
“Informasinya masih seperti yang dulu, belum ada yang baru,” katanya.
Sebagai pelayan masyarakat, kata dia, pemerintah tidak akan menyengsarakan rakyatnya sendiri. Dan Kulonprogo, dari beberapa kajian mendapat nilai terbaik dibanding daerah lain seperti Bantul dan Gunungkidul.
Kulonprogo dinilai paling layak menggantikan Bandara Adisutjipto yang sudah tidak bisa dikembangkan lagi.
Ketua WTT Purwinto mengatakan, warga tetap tidak puas karena sosialisasi belum bisa menjawab keresahan warga.
”Informasinya setengah-setengah. Jadi terkesan dipaksakan,” kata Purwinto, Minggu (23/12/2012).
Dia menegaskan, WTT tetap pada komitmen awal menolak rencana pembangunan bandara. Saat ini, WTT terus konsolidasi internal dan menghimpun dukungan. Salah satunya dengan pembubuhan 1.000 tanda tangan dan meminta pendampingan kepada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta.
“Kalau tanda tangan baru 25 persen, kami optimis masih banyak warga yang sejalan dengan komitmen kami. Rencana menggandeng LBH juga tetap jalan, walau pun belum direalisasikan. Masih menunggu waktu,” terangnya.
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengakui belum ada informasi baru dari pembangunan bandara. Informasi yang disampaikan dalam sosialisasi masih sama persis dengan apa yang disampaikan sebelumnya.
“Informasinya masih seperti yang dulu, belum ada yang baru,” katanya.
Sebagai pelayan masyarakat, kata dia, pemerintah tidak akan menyengsarakan rakyatnya sendiri. Dan Kulonprogo, dari beberapa kajian mendapat nilai terbaik dibanding daerah lain seperti Bantul dan Gunungkidul.
Kulonprogo dinilai paling layak menggantikan Bandara Adisutjipto yang sudah tidak bisa dikembangkan lagi.
(ysw)