Jokowi berharap jakarta punya karakter
Sabtu, 22 Desember 2012 - 16:57 WIB
Jokowi berharap jakarta punya karakter
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengakui, jika Jakarta saat ini masih belum mampu memunculkan karakter kedaerahannya. Untuk itu Jokowi berharap kedepannya, pembangunan di Jakarta dapat lebih menonjolkan sisi kebudayaan lokal Betawi dan juga kekayaan budaya nasional.
"Membangun gedung, tower, rusun (rumah susun) dan sebagainya itu harus disisipkan kekayaan budaya lokal, syukur-syukur bisa semua bagian bangunan. Agar kota ini memiliki karakternya," katanya usai bertemu dengan para arsitek dalam acara musyawarah daerah Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) di Gran Mercure, Jakarta Pusat, Sabtu (22/12/2012).
Menurut Jokowi dibandingkan dengan kota lain di Indonesia, semisal Bali, karakter yang dimiliki oleh Jakarta hampir dikatakan kecil. Hal ini lantaran banyaknya pembangunan yang lebih mengutamakan kepentingan sendiri dan tidak ingin menampilkan kebudayaan lokal.
"Minimal di risplangnya, atau ornamen-ornamennya bisa disisipkan kebudayaan betawi, kan bagus. Sehingga jika orang datang dan usai berkunjung ke Jakarta ada sesuatu yang berkesan dan diingatnya," tukas Jokowi.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Jokow Widodo menjelaskan tahun 2013 mendatang, semua kantor-kantor pemerintahan, sekolah dan pasar yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI wajib menyertakan karakter-karakter kebudayaan Betawi.
Hal ini disamping untuk melestarikan kebudayaan lokal di Jakarta, juga dilakukan agar karakter yang dimiliki sebuah kota dapat lebih muncul.
"Terutama untuk kantor lurah, camat, sekolah, pasar yang dibangun oleh pemerintah DKI sudah saya wajibkan untuk memakai karakter-karakter Betawi yang ada," ujarnya.
"Membangun gedung, tower, rusun (rumah susun) dan sebagainya itu harus disisipkan kekayaan budaya lokal, syukur-syukur bisa semua bagian bangunan. Agar kota ini memiliki karakternya," katanya usai bertemu dengan para arsitek dalam acara musyawarah daerah Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) di Gran Mercure, Jakarta Pusat, Sabtu (22/12/2012).
Menurut Jokowi dibandingkan dengan kota lain di Indonesia, semisal Bali, karakter yang dimiliki oleh Jakarta hampir dikatakan kecil. Hal ini lantaran banyaknya pembangunan yang lebih mengutamakan kepentingan sendiri dan tidak ingin menampilkan kebudayaan lokal.
"Minimal di risplangnya, atau ornamen-ornamennya bisa disisipkan kebudayaan betawi, kan bagus. Sehingga jika orang datang dan usai berkunjung ke Jakarta ada sesuatu yang berkesan dan diingatnya," tukas Jokowi.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Jokow Widodo menjelaskan tahun 2013 mendatang, semua kantor-kantor pemerintahan, sekolah dan pasar yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI wajib menyertakan karakter-karakter kebudayaan Betawi.
Hal ini disamping untuk melestarikan kebudayaan lokal di Jakarta, juga dilakukan agar karakter yang dimiliki sebuah kota dapat lebih muncul.
"Terutama untuk kantor lurah, camat, sekolah, pasar yang dibangun oleh pemerintah DKI sudah saya wajibkan untuk memakai karakter-karakter Betawi yang ada," ujarnya.
(mhd)