Deni tewas dengan 11 tusukan
Jum'at, 21 Desember 2012 - 23:31 WIB
Deni tewas dengan 11 tusukan
A
A
A
Sindonews.com - Deni Haliansyah (26) yang berlamat di kontrakan Jalan Lorong Naskah 4, RT 007 RW 11, Kelurahan Sukarami, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Jumat (21/12/2012) sekira pukul 04.00 WIB harus merenggang nyawa. Dia tewas dengan 11 tusukan tak jauh dari rumahnya.
Kasus ini telah dilaporkan istri korban Meta (24) ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsekta Sukarami Palembang dengan harapan para tesangka pembunuh suaminya dapat segera ditangkap.
”Dugaan kami keluarga besar yang bunuh Deni adalah Bambang cs. Kenapa kami mencurigai Bambang cs, karena pada Sabtu (22 Desember 2012) sekira pukul 20.00 WIB, sempat terjadi ribut mulut antara Deni dan Bambang cs tak jauh dari rumah kami. Karena Bambang itu masih tetangga kami juga,” kata Meta saat diperiksa selaku saksi di Mapolsekta Sukarami, Palembang, Sumsel.
Adapun penyebab ribut mulut antara suaminya dan Bambang cs, sebenarnya masalah sepele. Dimana Deni tidak terima saat di rumahnya ada acara, lalu Bambang cs dengan gaya menantang sambil menunjuk ke arah Deni.
”Deni tak terima dan langsung mendekati Bambang cs, sehingga terjadilah ribut mulut dan kemudian Deni mengegas suara motornya dengan kencang, mungkin membuat Deni tersinggung,” tandasnya.
Puncaknya diduga, Jumat sekira pukul 04.00 WIB saat Deni baru pulang dari bekerja menjaga warung di Kampung Baru, Bambang cs menghadang Deni dan langsung melakukan pengeroyokan.
”Deni tewas bersimbah darah di TKP (Tempat Kejadian Perkara) dengan luka tusuk 10 di bagian punggung dan satu di bahu kiri. Kami sekeluarga mendengar ada suara seperti motor jatuh tak jauh dari rumah kami. Pas kami keluar kami lihat Deni sudah tak bernyawa lagi,” pungkasnya.
Kapolsekta Sukarami Palembang, Kompol Imam tarmudi melalui Kanit Reskrim Iptu Hanys Pamungkas Subandrio membenarkan adanya kejadian itu.
”Saat ini kita masih memeriksa para saksi yang diduga mengetahui siapa pelakunya. Indetitas dugaan pelaku sudah kita kantongi dan sekarang masih dalam pengejaran anggota kita,” ungkap Hanys di Mapolsekta Sukarami.
Kasus ini telah dilaporkan istri korban Meta (24) ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsekta Sukarami Palembang dengan harapan para tesangka pembunuh suaminya dapat segera ditangkap.
”Dugaan kami keluarga besar yang bunuh Deni adalah Bambang cs. Kenapa kami mencurigai Bambang cs, karena pada Sabtu (22 Desember 2012) sekira pukul 20.00 WIB, sempat terjadi ribut mulut antara Deni dan Bambang cs tak jauh dari rumah kami. Karena Bambang itu masih tetangga kami juga,” kata Meta saat diperiksa selaku saksi di Mapolsekta Sukarami, Palembang, Sumsel.
Adapun penyebab ribut mulut antara suaminya dan Bambang cs, sebenarnya masalah sepele. Dimana Deni tidak terima saat di rumahnya ada acara, lalu Bambang cs dengan gaya menantang sambil menunjuk ke arah Deni.
”Deni tak terima dan langsung mendekati Bambang cs, sehingga terjadilah ribut mulut dan kemudian Deni mengegas suara motornya dengan kencang, mungkin membuat Deni tersinggung,” tandasnya.
Puncaknya diduga, Jumat sekira pukul 04.00 WIB saat Deni baru pulang dari bekerja menjaga warung di Kampung Baru, Bambang cs menghadang Deni dan langsung melakukan pengeroyokan.
”Deni tewas bersimbah darah di TKP (Tempat Kejadian Perkara) dengan luka tusuk 10 di bagian punggung dan satu di bahu kiri. Kami sekeluarga mendengar ada suara seperti motor jatuh tak jauh dari rumah kami. Pas kami keluar kami lihat Deni sudah tak bernyawa lagi,” pungkasnya.
Kapolsekta Sukarami Palembang, Kompol Imam tarmudi melalui Kanit Reskrim Iptu Hanys Pamungkas Subandrio membenarkan adanya kejadian itu.
”Saat ini kita masih memeriksa para saksi yang diduga mengetahui siapa pelakunya. Indetitas dugaan pelaku sudah kita kantongi dan sekarang masih dalam pengejaran anggota kita,” ungkap Hanys di Mapolsekta Sukarami.
(maf)