Pedagang bakso masih gunakan pengawet berbahaya
Jum'at, 21 Desember 2012 - 23:05 WIB
Pedagang bakso masih gunakan pengawet berbahaya
A
A
A
Sindonews.com - Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Ciamis, Jawa Barat (Jabar), menemukan sejumlah penjual bakso di wilayah Kabupaten Ciamis masih mengunakan bahan pengawet kimia yang dinilai berbahaya untuk kesehatan tubuh manusia.
Temuan itu, dijumpai saat tim gabungan dari dinas tersebut melakukan inspeksi mendadak (sidak) gabungan ke sejumlah tempat penjualan dan produksi bakso di Ciamis. Selain melakukan sidak, ke tempat produksi bakso tim gabungan juga melakukan sidak harga dan kemasan makanan yang dijual di pasar tradisional dan supermarket.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Ciamis Marsono menjelaskan, sidak yang dilakukan tim gabungan merupakan rangkaian mengecek kesiapan pengusaha dan pedagang di wilayah Ciamis.
“Kesiapan yang dimaksud untuk semua aspek, mulai dari kesiapan stok barang, kesiapan harga dan kondisi barang,” terang Marsono, di Ciamis, Jabar, Jumat (21/12/2012).
Marsono menjelaskan, pemeriksaan juga dilakukan untuk makanan siap saji termasuk bakso yang diprediksi akan banyak diminati konsumen sepanjang libur natal dan tahun baru.
“Selain melakukan pengecekan di tingkat pedagang, kami juga memeriksa hingga tingkat produksi,” ucapnya.
Marsono mengatakan, hasil pemeriksaan tim masih menemukan pedagang dan tempat produksi komponen bakso di wilayah Kabupaten Ciamis yang mengunakan bahan pengawet kimia seperti boraks atau nama lain pengawet pijer.
“Masih ada pedagang yang mengunakan pengawet jenis tersebut, padahal jelas tidak diperbolehkan. Temuan itu berdasarkan hasil tes pada bakso jenis tertentu termasuk bakso jenis daging ayam dan mie basah,” ujarnya.
Sementara soal beredarnya bakso daging sapi yang dioplos atau dicampur daging lain seperti daging celeng, Marsono menegaskan, di Ciamis tidak ada temun dan laporan.
“Stok daging di Ciamis masih mencukupi sekalipun sempat dikeluhkan adanya kenaikan harga,” imbuhnya.
Selain menemukan, bakso dan mie mengandung bahan kimia tim juga menemukan kemasan buah-buahan yang ditumbuhi jamur dis ebuah supermarket ternama di Ciamis.
“Jamur itu kami temukan dalam kemasan buah pepaya. Padahal, dalam label kemasan belum kadaluarsa namun sudah berjamur. Kami langsung memberikan teguran, kepada pihak supermarket,” pungkasnya.
Temuan itu, dijumpai saat tim gabungan dari dinas tersebut melakukan inspeksi mendadak (sidak) gabungan ke sejumlah tempat penjualan dan produksi bakso di Ciamis. Selain melakukan sidak, ke tempat produksi bakso tim gabungan juga melakukan sidak harga dan kemasan makanan yang dijual di pasar tradisional dan supermarket.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Ciamis Marsono menjelaskan, sidak yang dilakukan tim gabungan merupakan rangkaian mengecek kesiapan pengusaha dan pedagang di wilayah Ciamis.
“Kesiapan yang dimaksud untuk semua aspek, mulai dari kesiapan stok barang, kesiapan harga dan kondisi barang,” terang Marsono, di Ciamis, Jabar, Jumat (21/12/2012).
Marsono menjelaskan, pemeriksaan juga dilakukan untuk makanan siap saji termasuk bakso yang diprediksi akan banyak diminati konsumen sepanjang libur natal dan tahun baru.
“Selain melakukan pengecekan di tingkat pedagang, kami juga memeriksa hingga tingkat produksi,” ucapnya.
Marsono mengatakan, hasil pemeriksaan tim masih menemukan pedagang dan tempat produksi komponen bakso di wilayah Kabupaten Ciamis yang mengunakan bahan pengawet kimia seperti boraks atau nama lain pengawet pijer.
“Masih ada pedagang yang mengunakan pengawet jenis tersebut, padahal jelas tidak diperbolehkan. Temuan itu berdasarkan hasil tes pada bakso jenis tertentu termasuk bakso jenis daging ayam dan mie basah,” ujarnya.
Sementara soal beredarnya bakso daging sapi yang dioplos atau dicampur daging lain seperti daging celeng, Marsono menegaskan, di Ciamis tidak ada temun dan laporan.
“Stok daging di Ciamis masih mencukupi sekalipun sempat dikeluhkan adanya kenaikan harga,” imbuhnya.
Selain menemukan, bakso dan mie mengandung bahan kimia tim juga menemukan kemasan buah-buahan yang ditumbuhi jamur dis ebuah supermarket ternama di Ciamis.
“Jamur itu kami temukan dalam kemasan buah pepaya. Padahal, dalam label kemasan belum kadaluarsa namun sudah berjamur. Kami langsung memberikan teguran, kepada pihak supermarket,” pungkasnya.
(maf)