5 kecamatan di Jatim terserang flu burung

Jum'at, 21 Desember 2012 - 10:49 WIB
5 kecamatan di Jatim...
5 kecamatan di Jatim terserang flu burung
A A A
Sindonews.com - Wabah flu burung yang mewabah di Kabupaten Jombang, Jawa Timur (Jatim), semakin meluas dan tak terkendali. Setelah sebelumnya hanya menyerang dua kecamatan, hari ini serangannya terus meluas di tiga kecamatan hingga mencapai lima kecamatan.

"Petugas-pun kesulitan melakukan pengendalian karena jumlah personel yang dimiliki sangat minim. Sebelumnya hanya Kecamatan Plandaan dan Kecamatan Tembelang, hari ini terus meluas ke tiga kecamatan lainnya, Kecamatan Kesamben, Kecamatan Jombang Kota dan Kecamatan Bareng," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disnak Jombang, Jawa Timur, Gatot Suwarso kepada wartawan di Jombang, Jumat (21/12/2012).

Tambahnya, petugaspun terkesan kewalahan menangani serangan virus yang merupakan mutasi dari h5n1 atau virus flu burung tersebut. di berbagai tempat, petugas juga hanya dapat membantu melakukan penyemprotan ala kadarnya.

"Petugas juga hanya bisa mengarahkan peternak untuk memisahkan itik yang sudah terserang dari itik yang masih sehat. Itik yang sudah mati juga harus dikubur dan dibakar," sarannya.

Sejauh ini, belum ada kepastian dari Dinas Peternakan Kabupaten Jombang jenis obat apa yang harus di berikan peternak pada itik-itiknya, agar kematian yang terjadi setiap hari ini dapat terhenti.

"Sampai saat ini sudah lebih dari 25 ribu itik peternak yang di laporkan mati di lima kecamatan," ujarnya.

Dia mengatakan, serangan virus tersebut memang sangat cepat, namun masyarakat dianjurkan mengenali terlebih dahulu ciri-ciri penyakit itu, salah satunya sebelum itik mati tubuhnya akan kejang-kejang.

"serangan virus flu itik ini, sangat cepat. Jika itik sudah terserang virus flu itik, matanya akan membiru lalu beberapa lama kemudian tubuhnya akan menggelepar kejang dan mati," tambahnya.

Dia juga mengakui, selama ini pihaknya kesulitan melakukan pengawasan untuk melarang itik dari luar daerah masuk ke Jombang, agar penularan virus flu itik tidak semakin meluas.

"Dinas hanya bisa mengimbau masyarakat saat ini untuk tidak mendatangkan atau mengirim itiknya keluar daerah guna memutus mata rantai penularannya," sarannya.
(mhd)
Berita Terkait
Antisipasi Penularan...
Antisipasi Penularan Flu Burung di Kota Bandung
Cegah Penularan Flu...
Cegah Penularan Flu Burung, Puluhan Unggas Selundupan Dimusnahkan
Jepang Laporkan Wabah...
Jepang Laporkan Wabah Flu Burung Pertama di Musim Dingin, 143.000 Ayam Dimusnahkan
Ahli Kesehatan Prediksi...
Ahli Kesehatan Prediksi Inggris Akan Menghadapi Wabah Flu Burung dalam Skala Besar
Ratusan Unggas Positif...
Ratusan Unggas Positif Flu Burung, Peternak Diminta Waspada
Tes PCR Ratusan Burung...
Tes PCR Ratusan Burung Pipit yang Mati Mendadak di Cirebon, Begini Hasilnya
Berita Terkini
Pemprov DKI Buka 2.843...
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Sektor Padat Karya, Pramono: Gaji UMP Jakarta
23 menit yang lalu
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
30 menit yang lalu
Tiket Kereta Liburan...
Tiket Kereta Liburan Sekolah Diskon 30%, Pemesanan Mulai 6 Juni
47 menit yang lalu
Mimika Darurat Narkoba,...
Mimika Darurat Narkoba, Rampeani Rachman Minta Bandar Diburu hingga ke Akar
1 jam yang lalu
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
3 jam yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
4 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved