Peternak unggas mulai khawatir serangan flu burung
Jum'at, 21 Desember 2012 - 08:18 WIB
Peternak unggas mulai khawatir serangan flu burung
A
A
A
Sindonews.com - Peternak unggas di Kabupaten Bojonegoro mulai khawatir adanya isu flu burung yang menyerang itik dan ayam di sejumlah daerah di Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Bahkan, sebagian peternak unggas memilih berhenti dulu mengembangbiakkan ayam.
Fuad Ardianto (30), peternak unggas di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, mengatakan, isu flu burung memang mulai meresahkan kalangan peternak unggas di Bojonegoro. Apalagi, isu flu burung telah merebak di wilayah Jawa Timur.
Ia mengatakan, saat ini sebagian peternak unggas memilih berhenti dulu mengembangbiakkan ayam buras. Sebab, kondisi cuaca saat ini tidak menentu yakni terjadi hujan deras lalu diiringi panas.
"Perubahan cuaca yang tidak menentu ini tidak kondusif untuk beternak ayam buras," ujarnya di Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (21/12/2012).
Dalam beternak ayam, katanya, memperhitungkan kondisi cuaca, lingkungan, kebersihan kandang dan vaksinasi. Saat ayam berumur lima hari diberi vaksinasi untuk mencegah penyakit termasuk virus avian influenza. Selain itu juga diberi obat tetes mata.
"Saat ayam berumur seminggu sangat rentan terkena penyakit, termasuk virus flu burung," tambahnya.
Dia mengatakan, bila kondisi cuaca sudah stabil, yakni sekitar satu bulan lagi diperkirakan sudah cukup kondusif untuk beternak ayam buras. Ia memiliki kandang ayam buras di kampungnya. Sekali beternak ayam buras itu biasanya menetaskan sekitar 8.000 hingga 9.000 ekor ayam.
Menurut Petugas Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan Pemkab Bojonegoro Indra Firmansyah, saat ini petugas terus melakukan pemantauan dan pengawasan unggas di sejumlah pasar unggas di Bojonegoro.
"Pemantauan dan pemeriksaan unggas itu untuk mencegah dan mendeteksi adanya penyakit flu burung pada unggas," ujarnya, kemarin.
Dia menuturkan, pemeriksaan unggas dilakukan di sejumlah pasar tradisional. Di antaranya di pasar unggas Bojonegoro, pasar unggas Baureno, dan pasar unggas Padangan.
Selain itu, petugas juga kini intensif melakukan pemeriksaan pada hewan unggas yang keluar-masuk di Bojonegoro. Di antaranya pemeriksaan kesehatan hewan di titik pos Padangan yang berbatasan dengan wilayah Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Berdasarkan data di Dinas Peternakan dan Perikanan Pemkab Bojonegoro menyebutkan jumlah ayam buras mencapai 1.398.492 ekor. Sedangkan jumlah itik tercatat sebanyak 61.830 ekor. Unggas tersebut tersebar di 27 kecamatan di Bojonegoro.
Fuad Ardianto (30), peternak unggas di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, mengatakan, isu flu burung memang mulai meresahkan kalangan peternak unggas di Bojonegoro. Apalagi, isu flu burung telah merebak di wilayah Jawa Timur.
Ia mengatakan, saat ini sebagian peternak unggas memilih berhenti dulu mengembangbiakkan ayam buras. Sebab, kondisi cuaca saat ini tidak menentu yakni terjadi hujan deras lalu diiringi panas.
"Perubahan cuaca yang tidak menentu ini tidak kondusif untuk beternak ayam buras," ujarnya di Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (21/12/2012).
Dalam beternak ayam, katanya, memperhitungkan kondisi cuaca, lingkungan, kebersihan kandang dan vaksinasi. Saat ayam berumur lima hari diberi vaksinasi untuk mencegah penyakit termasuk virus avian influenza. Selain itu juga diberi obat tetes mata.
"Saat ayam berumur seminggu sangat rentan terkena penyakit, termasuk virus flu burung," tambahnya.
Dia mengatakan, bila kondisi cuaca sudah stabil, yakni sekitar satu bulan lagi diperkirakan sudah cukup kondusif untuk beternak ayam buras. Ia memiliki kandang ayam buras di kampungnya. Sekali beternak ayam buras itu biasanya menetaskan sekitar 8.000 hingga 9.000 ekor ayam.
Menurut Petugas Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan Pemkab Bojonegoro Indra Firmansyah, saat ini petugas terus melakukan pemantauan dan pengawasan unggas di sejumlah pasar unggas di Bojonegoro.
"Pemantauan dan pemeriksaan unggas itu untuk mencegah dan mendeteksi adanya penyakit flu burung pada unggas," ujarnya, kemarin.
Dia menuturkan, pemeriksaan unggas dilakukan di sejumlah pasar tradisional. Di antaranya di pasar unggas Bojonegoro, pasar unggas Baureno, dan pasar unggas Padangan.
Selain itu, petugas juga kini intensif melakukan pemeriksaan pada hewan unggas yang keluar-masuk di Bojonegoro. Di antaranya pemeriksaan kesehatan hewan di titik pos Padangan yang berbatasan dengan wilayah Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Berdasarkan data di Dinas Peternakan dan Perikanan Pemkab Bojonegoro menyebutkan jumlah ayam buras mencapai 1.398.492 ekor. Sedangkan jumlah itik tercatat sebanyak 61.830 ekor. Unggas tersebut tersebar di 27 kecamatan di Bojonegoro.
(mhd)