Tolak pertambangan, warga bentrok dengan Satpol PP
Jum'at, 21 Desember 2012 - 01:36 WIB
Tolak pertambangan, warga bentrok dengan Satpol PP
A
A
A
Sindonews.com - Puluhan masyarakat dari Pulau Bangka, Sulawesi Utara yang menolak pertambangan di wilayahnya bentrok dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Minahasa Utara.
Kericuhan bermula saat massa yang semula melaksanakan aksi damai di Kantor Bupati Minahasa Utara tidak bisa menemui bupati.
Massa yang berasal dari Desa Kahuku, Desa Lihinu, dan Desa Libas ini menuntut agar bupati membatalkan kuasa pertambangan yang diberikan pemerintah daerah terhadap perusahaan tambang, PT Mikgro Metal Perdanan, di Pulau Bangka, Kabupaten Minahasa Utara.
Namun aksi ini dihalang-halanghi oleh sejumlah petugas Satpol PP termasuk salah seorang anggota polisi yang mengawal aksi tersebut. Aksi saling dorong pun terjadi.
Dalam aksi dorong mendorong, seorang ibu jatuh pingsan yang di duga terkena pukulan dari oknum Satpol PP. Massa yang melihat hal tersebut makin beringas dan melakukan pelemparan ke arah petugas.
Danihel warga Pulau Bangka mengaku tidak terima jika di wilayahnya ada usaha pertambangan. Karena dikhawatirkan kawasan mereka akan tercemar dan rusak oleh usaha tersebut.
"Kami tidak puas dengan adanya perusahan tambang di Pulau Bangka, kami ingin usaha tambang dicabut sebelum lingkungan kami rusak," katanya, Kamis (20/12/2012).
Setelah berjam-jam massa menunggu bupati, namun tidak juga ditemui. Akhirnya warga membubarkan diri dan berjanji akan datang lagi dengan massa yang lebih banyak.
Kericuhan bermula saat massa yang semula melaksanakan aksi damai di Kantor Bupati Minahasa Utara tidak bisa menemui bupati.
Massa yang berasal dari Desa Kahuku, Desa Lihinu, dan Desa Libas ini menuntut agar bupati membatalkan kuasa pertambangan yang diberikan pemerintah daerah terhadap perusahaan tambang, PT Mikgro Metal Perdanan, di Pulau Bangka, Kabupaten Minahasa Utara.
Namun aksi ini dihalang-halanghi oleh sejumlah petugas Satpol PP termasuk salah seorang anggota polisi yang mengawal aksi tersebut. Aksi saling dorong pun terjadi.
Dalam aksi dorong mendorong, seorang ibu jatuh pingsan yang di duga terkena pukulan dari oknum Satpol PP. Massa yang melihat hal tersebut makin beringas dan melakukan pelemparan ke arah petugas.
Danihel warga Pulau Bangka mengaku tidak terima jika di wilayahnya ada usaha pertambangan. Karena dikhawatirkan kawasan mereka akan tercemar dan rusak oleh usaha tersebut.
"Kami tidak puas dengan adanya perusahan tambang di Pulau Bangka, kami ingin usaha tambang dicabut sebelum lingkungan kami rusak," katanya, Kamis (20/12/2012).
Setelah berjam-jam massa menunggu bupati, namun tidak juga ditemui. Akhirnya warga membubarkan diri dan berjanji akan datang lagi dengan massa yang lebih banyak.
(ysw)