Tiduri tetangga 15 kali, Salman diciduk
Kamis, 20 Desember 2012 - 19:29 WIB
Tiduri tetangga 15 kali, Salman diciduk
A
A
A
Sindonews.com - Status bapak tiga anak dan satu istri ternyata tidak membuat Salman (34), warga Jalan Panca Usaha, Gang Wakaf 2, Kelurahan 8, Ke SU I Palembang, ini sadar. Dia justru mencari perempuan lain untuk melampiaskan nafsunya ke tetangganya.
Akibatnya buruh bangunan tersebut diringkus Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Satuan Reskrim Polresta Palembang, Rabu 19 Desember 2012 semalam, sekira pukul 22.00 WIB, di Jembatan ampera.
Menurut pengakuan Salman di Mapolresta Palembang, perbuatan bejat tersangka tersebut dilakukannya sejak setengah tahun yang lalu terhadap tetangganya, sebut saja Bunga (16). Awalnya korban diajak tersangka jalan-jalan menuju kawasan Jakabaring di sekitaran Danau Opi. Kemudian saat korban ingin bisa mengendarai motor maka diajarilah oleh tersangka.
Disaat itulah sambil menyelam sekaligus minum air, tersangka Salman menggerayangi kemolekan tubuh korban. Bahkan Salman tidak bisa membendung lagi syahwatnya itu langsung memperkosa korban di semak-semak. Meski sempat berontak tapi korban akhirnya pasrah juga.
Setelah berhasil merenggut keperawanan korban, Salman kembali melakukan aksi bejatnya, kali bahkan di lakukan sampai 15 kali di rumah korban yang masih bertetangga dekat selagi rumah sedang sepi.
Hingga akhirnya hubungan gelap itu tercium warga hingga sampai ke pihak keluarga korban. Karena tidak terima keluarga korban pun melaporkan kejadian tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang.
"Awalnya korban menolak, tetapi setelah itu ketagihan. Jadi kami lakukan hubungan intim itu atas dasar rasa suka sama suka. Sudah 15 kali hubungan intim di Jakabaring, semak-semak sampai bawa terpal. Baru dua bulan ini ketahuan warga dan keluarga akhirnya melaporkan ke polisi" ungkap Salman di Mapolresta Palembang, Kamis (20/12/2012).
Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting melalui Kasat Reskrim Kompol Djoko Julianto membenarkan pihaknya telah menerima laporan korban dan pelakunya sudah diamakan.
"Setelah laporan kita terima, lantas kita lakukan penyelidikan dan tersangka Rabu malam kita amankan di atas Ampera saat mengendarai motor" ungkap Djoko.
Akibatnya buruh bangunan tersebut diringkus Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Satuan Reskrim Polresta Palembang, Rabu 19 Desember 2012 semalam, sekira pukul 22.00 WIB, di Jembatan ampera.
Menurut pengakuan Salman di Mapolresta Palembang, perbuatan bejat tersangka tersebut dilakukannya sejak setengah tahun yang lalu terhadap tetangganya, sebut saja Bunga (16). Awalnya korban diajak tersangka jalan-jalan menuju kawasan Jakabaring di sekitaran Danau Opi. Kemudian saat korban ingin bisa mengendarai motor maka diajarilah oleh tersangka.
Disaat itulah sambil menyelam sekaligus minum air, tersangka Salman menggerayangi kemolekan tubuh korban. Bahkan Salman tidak bisa membendung lagi syahwatnya itu langsung memperkosa korban di semak-semak. Meski sempat berontak tapi korban akhirnya pasrah juga.
Setelah berhasil merenggut keperawanan korban, Salman kembali melakukan aksi bejatnya, kali bahkan di lakukan sampai 15 kali di rumah korban yang masih bertetangga dekat selagi rumah sedang sepi.
Hingga akhirnya hubungan gelap itu tercium warga hingga sampai ke pihak keluarga korban. Karena tidak terima keluarga korban pun melaporkan kejadian tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang.
"Awalnya korban menolak, tetapi setelah itu ketagihan. Jadi kami lakukan hubungan intim itu atas dasar rasa suka sama suka. Sudah 15 kali hubungan intim di Jakabaring, semak-semak sampai bawa terpal. Baru dua bulan ini ketahuan warga dan keluarga akhirnya melaporkan ke polisi" ungkap Salman di Mapolresta Palembang, Kamis (20/12/2012).
Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting melalui Kasat Reskrim Kompol Djoko Julianto membenarkan pihaknya telah menerima laporan korban dan pelakunya sudah diamakan.
"Setelah laporan kita terima, lantas kita lakukan penyelidikan dan tersangka Rabu malam kita amankan di atas Ampera saat mengendarai motor" ungkap Djoko.
(rsa)