2013, insentif imam masjid naik
Rabu, 19 Desember 2012 - 17:15 WIB
2013, insentif imam masjid naik
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Polewali Mandar (Polman) pada 2013 mendatang akan mengalokasikan anggaran keagamaan sebesar Rp 1,547 miliar dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2013.
Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Pemkab Polman, Burhanuddin Ahmad, mengatakan, anggaran keagamaan tersebut mencakup pemberian insentif kepada 737 imam masjid, 184 khatib, 184 bilal.
“Masing masing akan diberikan insentif sebesar Rp Rp100 ribu per bulan,” ujar Burhanuddin, kepada SINDO, Rabu (19/12/2012).
Ia mengungkapkan, khusus untuk 737 imam masjid, mulai tahun depan mereka akan menerima insentif sebesar Rp125 ribu per bulan.
“Sebenarnya, kita ingin semua insentif naik tapi kemampuan anggaran terbatas,” jelas Burhanuddin.
Kata dia, pemberian insentif tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada mereka yang telah mengabdikan dirinya untuk masalah keagamaan. Meskipun tidak seberapa, tetapi paling tidak bisa menutupi kebutuhan mereka kesehariannya.
Lebih lanjut dikatakan, mengenai teknis pemberian insentif tersebut, pemerintah akan membayarkan setiap semester mengingat jarak tempuh yang cukup jauh. Apalagi mereka yang ada di pedalaman.
Selain kepada pengurus masjid, pemerintah juga mengalokasikan anggaran sebanyak Rp280 juta untuk 200 orang guru mengaji, 17 orang pendeta dan 17 orang guru sekolah minggu. Masing-masing menerima insentif setiap bulan Rp100 ribu.
Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Polman, Andi Muhtadin, mengapresiasi masalah insentif tersebut.
“Komisi IV sangat mendukung pemberian insentif itu. Makanya dalam pertemuan tadi kita setujui dan merekomendasikan apa yang telah diusulkan oleh bagian Kesra,” ujar Andi Muhtading.
Kata dia, pemberian insentif kepada para imam, guru mengaji maupun pendeta sangat penting agar mereka lebih termotivasi dalam menjalankan tugas keagamaan.
“Ini perlu untuk mendukung aktivitas mereka dalam mengembangkan ilmu keagamaan,”tutup Andi Muhtading.
Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Pemkab Polman, Burhanuddin Ahmad, mengatakan, anggaran keagamaan tersebut mencakup pemberian insentif kepada 737 imam masjid, 184 khatib, 184 bilal.
“Masing masing akan diberikan insentif sebesar Rp Rp100 ribu per bulan,” ujar Burhanuddin, kepada SINDO, Rabu (19/12/2012).
Ia mengungkapkan, khusus untuk 737 imam masjid, mulai tahun depan mereka akan menerima insentif sebesar Rp125 ribu per bulan.
“Sebenarnya, kita ingin semua insentif naik tapi kemampuan anggaran terbatas,” jelas Burhanuddin.
Kata dia, pemberian insentif tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada mereka yang telah mengabdikan dirinya untuk masalah keagamaan. Meskipun tidak seberapa, tetapi paling tidak bisa menutupi kebutuhan mereka kesehariannya.
Lebih lanjut dikatakan, mengenai teknis pemberian insentif tersebut, pemerintah akan membayarkan setiap semester mengingat jarak tempuh yang cukup jauh. Apalagi mereka yang ada di pedalaman.
Selain kepada pengurus masjid, pemerintah juga mengalokasikan anggaran sebanyak Rp280 juta untuk 200 orang guru mengaji, 17 orang pendeta dan 17 orang guru sekolah minggu. Masing-masing menerima insentif setiap bulan Rp100 ribu.
Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Polman, Andi Muhtadin, mengapresiasi masalah insentif tersebut.
“Komisi IV sangat mendukung pemberian insentif itu. Makanya dalam pertemuan tadi kita setujui dan merekomendasikan apa yang telah diusulkan oleh bagian Kesra,” ujar Andi Muhtading.
Kata dia, pemberian insentif kepada para imam, guru mengaji maupun pendeta sangat penting agar mereka lebih termotivasi dalam menjalankan tugas keagamaan.
“Ini perlu untuk mendukung aktivitas mereka dalam mengembangkan ilmu keagamaan,”tutup Andi Muhtading.
(ysw)