Kematian itik meluas, Disnak lakukan penyemprotan massal
Rabu, 19 Desember 2012 - 14:18 WIB
Kematian itik meluas, Disnak lakukan penyemprotan massal
A
A
A
Sindonews.com - Kematian ribuan itik yang terus menyerang sejumlah peternak di Kabupaten Jombang, Jawa Timur membuat Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Jombang turun tangan melakukan penyemprotan massal ke sejumlah kandang itik.
Sehari sebelumnya, petugas menemukan kematian itik di Desa Pulorejo, Kecamatan Tembelang, Rabu (19/12/2012) siang petugas mendapat laporan kematian ribuan itik milik warga di kecamatan Plandaan, meliputi desa Bangsri, Desa Jombatan, dan Desa Purisemanding.
Petugas yang mendapat laporan tentang kasus tersebut langsung datang ke TKP dan membantu melakukan penyemprotan dengan disinfektan.
Kabid Kesehatan Hewan Disnak Jombang Gatot Suwarto mengungkapkan, setelah dilakukan pemeriksaan di laboratorium, penyebab matinya ribuan itik milik warga di dua kecamatan yakni kecamatan Tembelang dan kecamatan Plandaan akibat serangan flu burung.
"Jenisnya berbeda, virus ini merupakan mutasi dari H5N1. Jika dulu flu burung banyak yang menyerang ayam, kali ini virus h5ni bermutasi dan menyerang pada itik," katanya, Rabu (19/12/2012).
Kendati demikian, Gatot mengimbau masyarakat tidak perlu resah dan takut mengkonsumsi daging bebek. Sebab virus H5N1 yang menyerang itik ini mudah mati dan bila di masak dengan benar diatas suhu 60 derajat selama lebih dari 30 menit daging bebek tetap aman di konsumsi.
Sedangkan terkait kerugian yang dialami para peternak itik, Gatot mengaku Disnak tidak punya anggaran untuk mengganti bibit itik warga yang mati.
Sementara ini Disnak Jombang hanya bisa membantu para peternak dengan obat-obatan ala kadarnya.
Sehari sebelumnya, petugas menemukan kematian itik di Desa Pulorejo, Kecamatan Tembelang, Rabu (19/12/2012) siang petugas mendapat laporan kematian ribuan itik milik warga di kecamatan Plandaan, meliputi desa Bangsri, Desa Jombatan, dan Desa Purisemanding.
Petugas yang mendapat laporan tentang kasus tersebut langsung datang ke TKP dan membantu melakukan penyemprotan dengan disinfektan.
Kabid Kesehatan Hewan Disnak Jombang Gatot Suwarto mengungkapkan, setelah dilakukan pemeriksaan di laboratorium, penyebab matinya ribuan itik milik warga di dua kecamatan yakni kecamatan Tembelang dan kecamatan Plandaan akibat serangan flu burung.
"Jenisnya berbeda, virus ini merupakan mutasi dari H5N1. Jika dulu flu burung banyak yang menyerang ayam, kali ini virus h5ni bermutasi dan menyerang pada itik," katanya, Rabu (19/12/2012).
Kendati demikian, Gatot mengimbau masyarakat tidak perlu resah dan takut mengkonsumsi daging bebek. Sebab virus H5N1 yang menyerang itik ini mudah mati dan bila di masak dengan benar diatas suhu 60 derajat selama lebih dari 30 menit daging bebek tetap aman di konsumsi.
Sedangkan terkait kerugian yang dialami para peternak itik, Gatot mengaku Disnak tidak punya anggaran untuk mengganti bibit itik warga yang mati.
Sementara ini Disnak Jombang hanya bisa membantu para peternak dengan obat-obatan ala kadarnya.
(ysw)