Aher akan tambah sekolah inklusi
Rabu, 19 Desember 2012 - 13:58 WIB
Aher akan tambah sekolah inklusi
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur Jawa Ahmad Heryawan (Aher) berjanji, akan menambah sekolah yang menyelenggarakan pendidikan inklusi.
Saat ini, Jabar sudah memiliki 300 sekolah penyelenggara pendidikan Inklusi. Dalam dua tahun ke depan Aher menargetkan akan ada 600 sekolah serupa.
"Kami ingin Jawa Barat sebagai kota penyelenggara pendidikan inklusi. Saat ini kita sudah mendapat penghargaan, sebagai provinsi pertama yang menyelenggarakan pendidikan inklusi," kata Aher saat peringatan Hari Guru nasional dan HUT PGRI ke 67 di Balairung Universitas Indonesia (UI), Depok, Rabu (19/12/2012).
Semangat itu didasari atas rasa keadilan mendapatkan pendidikan. Pasalnya, pendidikan merupakan hak semua orang tanpa terkecuali.
"Education for all. Toh tidak ada yang mau menjadi cacat. Kendati demikian, mereka tetap harus mendapatkan pendidikan," tegas Aher.
Penyandang cacat di Jabar saat ini mencapai 1 persen, dari total penduduk sebesar 44 juta. Artinya ada 440.000 penyandang cacat di Jabar.
"Untuk itu mereka perlu mendapatkan pendidikan yang sama," ucapnya.
Melalui pendidikan, sambung Aher, akan membuka kemajuan peradaban baru. Karena dengan pendidikanlah kemajuan negara ditentukan. Dicontohkan, Korea menjadi negara maju saat ini.
Hal itu dikarena sangat memperhatikan pendidikan. Korea mengalokasikan anggaran pendidikan yang besar dan memperhatikan kualitas tenaga pengajar.
Padahal, dulu Korea berada di bawah Indonesia. Namun kini pendapatan per kapita Korea jauh diatas Indonesia.
"Kami juga ingin menjadi bagian dri kemajuan bangsa. Untuk itu berikan hak yang sama (pendidikan) pada kaum difabel," tutupnya.
Saat ini, Jabar sudah memiliki 300 sekolah penyelenggara pendidikan Inklusi. Dalam dua tahun ke depan Aher menargetkan akan ada 600 sekolah serupa.
"Kami ingin Jawa Barat sebagai kota penyelenggara pendidikan inklusi. Saat ini kita sudah mendapat penghargaan, sebagai provinsi pertama yang menyelenggarakan pendidikan inklusi," kata Aher saat peringatan Hari Guru nasional dan HUT PGRI ke 67 di Balairung Universitas Indonesia (UI), Depok, Rabu (19/12/2012).
Semangat itu didasari atas rasa keadilan mendapatkan pendidikan. Pasalnya, pendidikan merupakan hak semua orang tanpa terkecuali.
"Education for all. Toh tidak ada yang mau menjadi cacat. Kendati demikian, mereka tetap harus mendapatkan pendidikan," tegas Aher.
Penyandang cacat di Jabar saat ini mencapai 1 persen, dari total penduduk sebesar 44 juta. Artinya ada 440.000 penyandang cacat di Jabar.
"Untuk itu mereka perlu mendapatkan pendidikan yang sama," ucapnya.
Melalui pendidikan, sambung Aher, akan membuka kemajuan peradaban baru. Karena dengan pendidikanlah kemajuan negara ditentukan. Dicontohkan, Korea menjadi negara maju saat ini.
Hal itu dikarena sangat memperhatikan pendidikan. Korea mengalokasikan anggaran pendidikan yang besar dan memperhatikan kualitas tenaga pengajar.
Padahal, dulu Korea berada di bawah Indonesia. Namun kini pendapatan per kapita Korea jauh diatas Indonesia.
"Kami juga ingin menjadi bagian dri kemajuan bangsa. Untuk itu berikan hak yang sama (pendidikan) pada kaum difabel," tutupnya.
(stb)