Elit PKS beri sinyal gandeng PKB
Rabu, 19 Desember 2012 - 13:41 WIB
Elit PKS beri sinyal gandeng PKB
A
A
A
Sindonews.com - Dalam survei internal yang dilakukan Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Jawa Timur terhadap pengurus DPC dan DPD, terlihat kuat bahwa mereka menginginkan PKS merapat ke PKB dalam Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur (Pilkada Jatim).
Hasil survei terhadap 4.193 kader PKS, sebanyak 25,99 persen menginginkan berkoalisi dengan PKB di Pilgub Jatim. Kemudian Partai Demokrat (16,27 Persen), Golkar (12,66 Persen), PPP (11,89 persen), PAN (11,67 persen) dan PDIP (10,07 persen).
Menurut Ketua DPW PKS Jatim Hamy Wahjuniato, hasil tersebut sangatlah masuk akal. Terlebih lagi, PKB adalah representasi dari Nahdlotul Ulama (NU).
"Banyak kader PKS yang memiliki latar belakang NU sehingga sangatlah wajar jika hasil survei seperti itu. Kentalnya latar belakang NU ini ada di beberapa cabang PKS di sekitar Tapal Kuda dan Jember," ujar Hamy di kantor DPW PKS Jatim, Jalan Gayungan, Surabaya, Rabu (19/12/2012).
Menindak lanjuti hasil survei tersebut, PKS Jatim akan membentuk tiga tim yang akan melakukan komunikasi dengan sejumlah partai politik.
Terlebih lagi, untuk mengusung calon, PKS harus berkoalisi dengan partai lain. Sebagaimana diketahui, kursi PKS di DPRD Jatim hanya tujuh kursi. Sementara untuk mengusung pasangan calon membutuhkan 15 kursi.
Hamy juga mengatakan, meski banyak kader yang menghendaki untuk berkoalisi dengan PKB, namun PKS Jatim tidak akan menunggu siapa yang akan direkomendasi oleh PWNU.
Selama ini diinternal NU sudah beredar dua nama, yakni Saifulloh Yusuf dan Khofifah Indar Parawansah sebagai Bacagub. Rekomendasi NU hanya akan digunakan sebagai bahan pertimbangan jika keluarnya rekomendasi itu sebelum keputusan DPP PKS terkait Pilgub.
"Karena untuk Pilgub 100 persen sudah menjadi domain dari DPP. Rekomendasi NU hanya akan digunakan sebagai bahan pertimbangan jika keluarnya sebelum keputusan yang diambil oleh PKS," katanya.
Hasil survei terhadap 4.193 kader PKS, sebanyak 25,99 persen menginginkan berkoalisi dengan PKB di Pilgub Jatim. Kemudian Partai Demokrat (16,27 Persen), Golkar (12,66 Persen), PPP (11,89 persen), PAN (11,67 persen) dan PDIP (10,07 persen).
Menurut Ketua DPW PKS Jatim Hamy Wahjuniato, hasil tersebut sangatlah masuk akal. Terlebih lagi, PKB adalah representasi dari Nahdlotul Ulama (NU).
"Banyak kader PKS yang memiliki latar belakang NU sehingga sangatlah wajar jika hasil survei seperti itu. Kentalnya latar belakang NU ini ada di beberapa cabang PKS di sekitar Tapal Kuda dan Jember," ujar Hamy di kantor DPW PKS Jatim, Jalan Gayungan, Surabaya, Rabu (19/12/2012).
Menindak lanjuti hasil survei tersebut, PKS Jatim akan membentuk tiga tim yang akan melakukan komunikasi dengan sejumlah partai politik.
Terlebih lagi, untuk mengusung calon, PKS harus berkoalisi dengan partai lain. Sebagaimana diketahui, kursi PKS di DPRD Jatim hanya tujuh kursi. Sementara untuk mengusung pasangan calon membutuhkan 15 kursi.
Hamy juga mengatakan, meski banyak kader yang menghendaki untuk berkoalisi dengan PKB, namun PKS Jatim tidak akan menunggu siapa yang akan direkomendasi oleh PWNU.
Selama ini diinternal NU sudah beredar dua nama, yakni Saifulloh Yusuf dan Khofifah Indar Parawansah sebagai Bacagub. Rekomendasi NU hanya akan digunakan sebagai bahan pertimbangan jika keluarnya rekomendasi itu sebelum keputusan DPP PKS terkait Pilgub.
"Karena untuk Pilgub 100 persen sudah menjadi domain dari DPP. Rekomendasi NU hanya akan digunakan sebagai bahan pertimbangan jika keluarnya sebelum keputusan yang diambil oleh PKS," katanya.
(ysw)