Kunjungi lokalisasi, Din Samsudin bangga
Selasa, 18 Desember 2012 - 15:12 WIB
Kunjungi lokalisasi, Din Samsudin bangga
A
A
A
Sindonews.com - Untuk melihat langsung kinerja Muhammadiyah Cabang Krembangan, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Din Samsudin mengunjungi Lokalisasi Kermil, Surabaya.
Setelah melihat langsung kegiatan di dalam lokalisasi, Din Samsudin mengaku bangga dengan kinerja Muhammadiyah Cabang Krembangan dan Aisiyah untuk mengentaskan para PSK untuk kembali ke jalan yang benar.
"Terus terang saya terharu dan bangga atas kinerja Muhammadiyah dan Aisiyah yang telah membina para penghuni lokalisasi selain PSk dan juga germo di sekitar Tambak Asri," ujar Din disela-sela kunjungannya tersebut, Selasa (18/12/2012).
Selain ada sejumlah PSK yang sudah bertobat untuk kembali jalan yang benar, ada beberapa tempat di kawasan Kermil yang berubah fungsi. Sebelumnya banyak digunakan sebagai tempat maksiat, kini menjad lembaga pendidikan dan pelatihan.
"Ini suatu yang sangat membanggakan. Saya melihat ada PSK yang menyebut dirinya sebagai wanita harapan. Sebenarnya punya niat untuk berada dalam kehidupan yang baik. Tapi karena keadaan yang memaksa," katanya.
Menurutnya, wanita yang terjerumus ke lembah hitam karena masalah ekonomi. Ada yang bercerai dengan suaminya sehingga harus menanggung beban ekonomi. Sementara keterampilan tidak ada sehingga jalan pintas yang ditempuh dengan terjun sebagai PSK.
Kata Din, pengentasan PSk ini merupakan tanggung jawab bersama. Tidak hanya pemerintah melain sejumlah Ormasy Islam juga harus bertanggung jawab. Oleh karena itu,
"Tugas kita semua untuk membebaskan dari belenggu-belenggu maksiat." tukasnya.
Dalam kunjungannya kali ini, Din Samsudin menggelar dialog Masjid Al Islam Tambak Asri. Dialog ini bertujuan untuk memberi arahan dan pencerahan terhadap PSK-PSK Kermil untuk segera meninggalkan dunia hitam dan mencari nafkah dengan cara halal.
"Lebih baik jadi mantan PSK daripada menjadi mantan kiai. Karena bertobat dari dunia hitam," tandasnya.
Setelah melihat langsung kegiatan di dalam lokalisasi, Din Samsudin mengaku bangga dengan kinerja Muhammadiyah Cabang Krembangan dan Aisiyah untuk mengentaskan para PSK untuk kembali ke jalan yang benar.
"Terus terang saya terharu dan bangga atas kinerja Muhammadiyah dan Aisiyah yang telah membina para penghuni lokalisasi selain PSk dan juga germo di sekitar Tambak Asri," ujar Din disela-sela kunjungannya tersebut, Selasa (18/12/2012).
Selain ada sejumlah PSK yang sudah bertobat untuk kembali jalan yang benar, ada beberapa tempat di kawasan Kermil yang berubah fungsi. Sebelumnya banyak digunakan sebagai tempat maksiat, kini menjad lembaga pendidikan dan pelatihan.
"Ini suatu yang sangat membanggakan. Saya melihat ada PSK yang menyebut dirinya sebagai wanita harapan. Sebenarnya punya niat untuk berada dalam kehidupan yang baik. Tapi karena keadaan yang memaksa," katanya.
Menurutnya, wanita yang terjerumus ke lembah hitam karena masalah ekonomi. Ada yang bercerai dengan suaminya sehingga harus menanggung beban ekonomi. Sementara keterampilan tidak ada sehingga jalan pintas yang ditempuh dengan terjun sebagai PSK.
Kata Din, pengentasan PSk ini merupakan tanggung jawab bersama. Tidak hanya pemerintah melain sejumlah Ormasy Islam juga harus bertanggung jawab. Oleh karena itu,
"Tugas kita semua untuk membebaskan dari belenggu-belenggu maksiat." tukasnya.
Dalam kunjungannya kali ini, Din Samsudin menggelar dialog Masjid Al Islam Tambak Asri. Dialog ini bertujuan untuk memberi arahan dan pencerahan terhadap PSK-PSK Kermil untuk segera meninggalkan dunia hitam dan mencari nafkah dengan cara halal.
"Lebih baik jadi mantan PSK daripada menjadi mantan kiai. Karena bertobat dari dunia hitam," tandasnya.
(ysw)