Hilang, Pemkot Depok beli 10 mobdin baru
Senin, 17 Desember 2012 - 19:40 WIB
Hilang, Pemkot Depok beli 10 mobdin baru
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Bagian (Kabag) Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kota Depok Wijayanto mengatakan, Pemerintah Kota Depok membeli 10 mobil dinas (Mobdin) baru. Alasannya, untuk menunjang kinerja kepala dinas dalam rangka memberikan pelayanan publik.
Kendaraan dinas itu, nantinya digunakan oleh kepala dinas di jajaran Pemkot Depok. "Ya, ada 10 mobil baru yang digunakan untuk pejabat di lingkup Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Jenisnya adalah Nisan Grand Livina," kata Wijayanto, Senin (17/12/2012).
Ditegaskan dia, belum seluruh OPD memiliki kendaraan dinas sehingga dirasa perlu menambah 10 unit kendaraan lagi. Misalnya saja, Dinas Bina Marga Sumber Daya Air belum punya mobil operasional karena hilang tahun lalu. "Ini dalam rangka menunjang kinerja pemerintahan," tukasnya.
Namun Wijayanto mengaku tidak hafal siapa saja yang akan menggunakan mobil-mobil baru itu nantinya. Ditegaskan dia, setelah ada kendaraan maka kinerja pemerintahan harus ditingkatkan.
Saat ini mobil-mobil itu diletakan di belakang balai kota sebelum diserahkan langsung pada mereka yang berhak menggunakannya. "Kita saat ini masih menunggu intruksi sekda," ujar Wijayanto.
Kendaraan dinas itu, nantinya digunakan oleh kepala dinas di jajaran Pemkot Depok. "Ya, ada 10 mobil baru yang digunakan untuk pejabat di lingkup Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Jenisnya adalah Nisan Grand Livina," kata Wijayanto, Senin (17/12/2012).
Ditegaskan dia, belum seluruh OPD memiliki kendaraan dinas sehingga dirasa perlu menambah 10 unit kendaraan lagi. Misalnya saja, Dinas Bina Marga Sumber Daya Air belum punya mobil operasional karena hilang tahun lalu. "Ini dalam rangka menunjang kinerja pemerintahan," tukasnya.
Namun Wijayanto mengaku tidak hafal siapa saja yang akan menggunakan mobil-mobil baru itu nantinya. Ditegaskan dia, setelah ada kendaraan maka kinerja pemerintahan harus ditingkatkan.
Saat ini mobil-mobil itu diletakan di belakang balai kota sebelum diserahkan langsung pada mereka yang berhak menggunakannya. "Kita saat ini masih menunggu intruksi sekda," ujar Wijayanto.
(san)