Awal tahun, kebijakan genap ganjil diberlakukan
Jum'at, 14 Desember 2012 - 16:00 WIB
Awal tahun, kebijakan genap ganjil diberlakukan
A
A
A
Sindonews.com - Mulai Januari 2013 mendatang, kebijakan genap-ganjil akan mulai diberlakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang bekerjasama dengan beberapa pihak. Namun, kebijakan yang nantinya akan membatasi kendaraan melintas di jalanan setiap harinya ini, tidak akan berjalan tanpa adanya dukungan dari masyarakat.
Selain itu, pengaturan dan pemecahan lalulintas, serta penguraian kemacetan yang diusahakan juga tidak akan dapat berjalan dengan baik, tanpa dukungan tersebut.
"Oleh sebab itu, kami inginkan masyarakat mulai peduli dengan kondisi Jakarta. Ini karena sudah sangat padat oleh kendaraan. Volume lalin saat ini sudah mendekati kapasitasnya, tidak mungkin kalau kita tidak berbuat sesuatu," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono di Hotel Four Seasons, Jakarta, Jumat (14/12/2012).
Sedangkan keikhlasan dari masyarakat untuk terlibat terkait pengaturan di lapangan nantinya juga sangat diperlukan. Bagaimana masyarakat mau menggunakan angkutan umum jika kendaraannya tidak boleh dipakai hari itu nantinya.
"Untuk mengurangi volume ini, perlu pengaturan-pengaturan yang juga melibatkan masyarakat dan keikhlasan. Masyarakat harus peduli, sehingga bisa mengurangi kemacetan itu secara signifikan," tukas pria yang akrab disapa Pris ini.
Di sisi lain, untuk menarik minat masyarakat menggunakan angkutan umum, Dishub DKI juga bermaksud untuk menggratiskan bus Transjakarta bagi masyarakat yang ingin menggunakannya.
Penggratisan ini rencananya akan dimulai Januari tahun depan, sebelum kebijakan genap-ganjil diberlakukan. Selain menambah jumlah armada busway, Dishub juga berencana untuk merevitalisasi angkutan umum, salah satunya adalah jalurnya. Dan akan dimulai pertama kali dari Kopaja.
Dimana kopaja nanti bisa menggunakan jalur busway. Kopaja juga bisa menaikkan dan menurunkan penumpang di halte busway yang ada. Sehingga masyarakat yang turun dari kopaja dan bermaksud meneruskan perjalanan dengan busway dapat menggunakan busway secara gratis.
Sebaliknya, masyarakat yang ingin melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kopaja, maka harus membayar ongkos perjalanan sesuai dengan tarif yang berlaku.
Selain itu, pengaturan dan pemecahan lalulintas, serta penguraian kemacetan yang diusahakan juga tidak akan dapat berjalan dengan baik, tanpa dukungan tersebut.
"Oleh sebab itu, kami inginkan masyarakat mulai peduli dengan kondisi Jakarta. Ini karena sudah sangat padat oleh kendaraan. Volume lalin saat ini sudah mendekati kapasitasnya, tidak mungkin kalau kita tidak berbuat sesuatu," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono di Hotel Four Seasons, Jakarta, Jumat (14/12/2012).
Sedangkan keikhlasan dari masyarakat untuk terlibat terkait pengaturan di lapangan nantinya juga sangat diperlukan. Bagaimana masyarakat mau menggunakan angkutan umum jika kendaraannya tidak boleh dipakai hari itu nantinya.
"Untuk mengurangi volume ini, perlu pengaturan-pengaturan yang juga melibatkan masyarakat dan keikhlasan. Masyarakat harus peduli, sehingga bisa mengurangi kemacetan itu secara signifikan," tukas pria yang akrab disapa Pris ini.
Di sisi lain, untuk menarik minat masyarakat menggunakan angkutan umum, Dishub DKI juga bermaksud untuk menggratiskan bus Transjakarta bagi masyarakat yang ingin menggunakannya.
Penggratisan ini rencananya akan dimulai Januari tahun depan, sebelum kebijakan genap-ganjil diberlakukan. Selain menambah jumlah armada busway, Dishub juga berencana untuk merevitalisasi angkutan umum, salah satunya adalah jalurnya. Dan akan dimulai pertama kali dari Kopaja.
Dimana kopaja nanti bisa menggunakan jalur busway. Kopaja juga bisa menaikkan dan menurunkan penumpang di halte busway yang ada. Sehingga masyarakat yang turun dari kopaja dan bermaksud meneruskan perjalanan dengan busway dapat menggunakan busway secara gratis.
Sebaliknya, masyarakat yang ingin melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kopaja, maka harus membayar ongkos perjalanan sesuai dengan tarif yang berlaku.
(san)