DPRD Depok lelah kritik eksekutif

Rabu, 12 Desember 2012 - 17:46 WIB
DPRD Depok lelah kritik...
DPRD Depok lelah kritik eksekutif
A A A
Sindonews.com – Lantaran DPRD lelah memberikan pengawasan dan kritik terhadap Pemerintah Kota Depok. Kota Belimbing ini kembali mendapatkan predikat terendah, dalam survey integritas sektor publik tahun 2012 yang dikeluarkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal itu diakui oleh Sekretaris Fraksi Gerindra Bangsa (FGB) Selamet Riyadi.

Menurutnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok kecewa, karena Kota Depok kembali menempati posisi terendah, berdasarkan hasil survei integritas sektor publik tahun 2012 yang dikeluarkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Jujur kami kecewa mendengar hal itu. Tapi kita sudah lelah mengkritik dan memberi masukan kepada pemerintah. Saya sendiri sudah tiga kali menyampaikan kritikan soal perizinan dalam pandangan umum fraksi,” tegas Sekretaris Fraksi Gerindra Bangsa (FGB), Selamet Riyadi, Rabu (12/12/2012).

Ia mengaku, Wali Kota Nur Mahmudi Ismail kurang bisa memberi arahan kepada jajaran di bawahnya. Sehingga masukan dari Dewan, KPK dan lembaga lainnya tidak segera direspons dengan baik.

Sehingga Depok mendapatkan predikat terendah. Hasil tersebut, yang dibuat malu bukan hanya Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. Tetapi seluruh lembaga pemerintahan baik eksekutif, legislatif maupun yudikatif.

“Sekarang kita ingin mendengarkan pembelaan seperti apa yang akan dilakukan Wali Kota Nur Mahmudi Ismail,” ujar Slamet.

Sementara itu, Wali Kota Depok Nur Mahmudi mengaku telah melakukan evaluasi terus menerus terhadap indeks kepuasan masyarakat (IKM). Terdapat 21 layanan publik yang disorot baik dari kejelasan prosedur maupun ketepatan waktu.

Kendati demikian dia mengaku masih ada kekurangan dalam pelayanan publik tersebut. Sebab, Depok masih kekurangan sumber daya manusia untuk melayani masyarakat di kelurahan dan kecamatan.

Untuk melayani masyarakat dengan kondisi ideal, Depok masih membutuhkan sekitar 3.000 PNS.

“Berbeda dengan perbincangan daerah lain yang kelebihan SDM, kami masih kekurangan, apakah itu di puskesmas seperti bidan, dokter, maupun tenaga perawat, atau di tempat pelayanan lainnya,” kata dia.

Dia menambahkan, kekurangan personil juga terjadi di kelurahan. Seharusnya setiap kantor kelurahan memiliki minimal sembilan personel. Namun saat ini SDM kelurahan-kelurahan di Depok hanya memiliki personel kurang dari sembilan orang.
(stb)
Berita Terkait
Pemkot Depok Banjir...
Pemkot Depok Banjir Kritik, Bongkar Pasang Trotoar Jalan Margonda
Kolaborasi Olahraga...
Kolaborasi Olahraga dengan Industri Kreatif,Gekrafs Depok Gelar Turnamen Sepak Bola untuk Anak
Pemkot Depok Izinkan...
Pemkot Depok Izinkan Warga Ziarah Kubur dengan Penerapan Prokes
Sambangi Kantor PCNU...
Sambangi Kantor PCNU Depok, PDIP Ingin Dapatkan Saran Soal Penangangan Covid-19
Pemkot Depok Pertimbangkan...
Pemkot Depok Pertimbangkan Lakukan Swab Test di Lokasi Keramaian
THR ASN Kota Depok Sudah...
THR ASN Kota Depok Sudah Dicairkan 100%
Berita Terkini
Produk Olahan Singkong...
Produk Olahan Singkong Sleman Terus Dikembangkan
1 jam yang lalu
Perkuat Konektivitas...
Perkuat Konektivitas dan Kesejahteraan Masyarakat Riau, Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi
3 jam yang lalu
Update Kebakaran TPA...
Update Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang, Titik Api Tersisa 30 Persen
3 jam yang lalu
Telkom Runners Teguhkan...
Telkom Runners Teguhkan Semangat BISA pada Peringatan HUT Ke-61 Telkom Indonesia
3 jam yang lalu
Tragis! Pria Ditemukan...
Tragis! Pria Ditemukan Tewas Akibat Terjepit Lift di Ruko Roxy Mas Jakpus
4 jam yang lalu
Perkuat Basis Elektoral...
Perkuat Basis Elektoral melalui Ketokohan dan Pelayanan Masyarakat di Sulsel, Perindo Siapkan Kader Pemimpin Masa Depan
4 jam yang lalu
Infografis
Biar Tak Cepat Lelah,...
Biar Tak Cepat Lelah, Ini Cara Kendarai Motor Kopling saat Macet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved