50 pohon perindang rawan tumbang
Rabu, 12 Desember 2012 - 11:24 WIB
50 pohon perindang rawan tumbang
A
A
A
Sindonews.com - Guna mengantisipasi bahaya pohon tumbang di musim hujan, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kulonprogo mulai intensif memotong pohon-pohon itu. Sejauh ini masih ada 50 pohon lebih yang dinyatakan rawan tumbang dan harus segera dipotong.
Petugas lapangan Bidang Bina Marga DPU Kulonprogo Heru Susilarto mengatakan, 50 pohon rawan tumbang yang perlu dipotong tersebar baik di ruas-ruas jalan nasional, provinsi, maupun kabupaten. Jumlah itu belum termasuk pohon di wilayah utara seperti Nanggulan dan Kalibawang.
"Yang sudah terdeteksi ada sekitar 50 pohon yang perlu dipotong. Tapi itu belum termasuk wilayah utara seperti Kecamatan Nanggulan, Kalibawang, Samigaluh, Girimulyo, dan Kokap," kata Heru di Kulonprogo, Jawa Tengah, Rabu (12/12/2012).
Dia mengatakan, sasaran pemotongan adalah pohon perindang yang membahayakan lalu-lintas. Selain pohon yang telah mati, juga pohon-pohon yang condong sehingga mudah roboh ketika terkena angin atau tersangkut kendaraan besar seperti tronton dan bus.
DPU, kata dia, sudah memotong 25 pohon perindang sejak memasuki musim penghujan. Di antaranya di ruas jalan Toyan-Wates, Demen-Glagah, dan Karangnongko-Nagung. "Pemotongan dan pemangkasan dilakukan delapan personel," terangnya.
Petugas Bina Marga lainnya Suyatno, berharap masyarakat proaktif menginformasikan jika ada pohon perindang yang membahayakan.
"Laporan akan kami tindak lanjuti untuk antisipasi sebelum ada kejadian yang membahayakan," tambahnya.
Petugas lapangan Bidang Bina Marga DPU Kulonprogo Heru Susilarto mengatakan, 50 pohon rawan tumbang yang perlu dipotong tersebar baik di ruas-ruas jalan nasional, provinsi, maupun kabupaten. Jumlah itu belum termasuk pohon di wilayah utara seperti Nanggulan dan Kalibawang.
"Yang sudah terdeteksi ada sekitar 50 pohon yang perlu dipotong. Tapi itu belum termasuk wilayah utara seperti Kecamatan Nanggulan, Kalibawang, Samigaluh, Girimulyo, dan Kokap," kata Heru di Kulonprogo, Jawa Tengah, Rabu (12/12/2012).
Dia mengatakan, sasaran pemotongan adalah pohon perindang yang membahayakan lalu-lintas. Selain pohon yang telah mati, juga pohon-pohon yang condong sehingga mudah roboh ketika terkena angin atau tersangkut kendaraan besar seperti tronton dan bus.
DPU, kata dia, sudah memotong 25 pohon perindang sejak memasuki musim penghujan. Di antaranya di ruas jalan Toyan-Wates, Demen-Glagah, dan Karangnongko-Nagung. "Pemotongan dan pemangkasan dilakukan delapan personel," terangnya.
Petugas Bina Marga lainnya Suyatno, berharap masyarakat proaktif menginformasikan jika ada pohon perindang yang membahayakan.
"Laporan akan kami tindak lanjuti untuk antisipasi sebelum ada kejadian yang membahayakan," tambahnya.
(mhd)