Survei KPK: Pelayanan Pemkot Depok terburuk se-Indonesia

Selasa, 11 Desember 2012 - 18:41 WIB
Survei KPK: Pelayanan...
Survei KPK: Pelayanan Pemkot Depok terburuk se-Indonesia
A A A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeluarkan hasil survei integritas sektor publik tahun 2012 dan menyatakan, institusi pemerintah dengan palayanan publik terburuk se-Indonesia adalah Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.

Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas mengungkapkan, survei dilakukan dalam rangka optimalisasi pencegahan korupsi. Survei itu dilakukan untuk menelusuri akar permasalahan korupsi di sektor pelayanan publik.

Selain itu, untuk mendorong dan membantu lembaga publik, mempersiapkan upaya-upaya pencegahan korupsi yang efektif pada wilayah dan layanan yang rentan terjadinya korupsi.

"Survei berlangsung pada Juni-Oktober 2012, dilaksanakan terhadap 498 unit layanan yang tersebar di 20 instansi pusat, lima instansi vertikal, dan 60 pemerintah daerah," kata Busyro, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (11/12/2012).

Dia menambahkan, survei melibatkan responden yang merupakan pengguna layanan sebanyak 15.000 orang yang terdiri dari 1.200 orang responden di tingkat pusat, 8.160 orang responden di tingkat instansi vertikal, dan 5.640 orang responden di tingkat pemerintah daerah.

Seluruh responden, bebernya, merupakan pengguna langsung layanan-layanan publik yang disurvei dalam satu tahun terakhir tersebut. Dalam survei ini, standar minimal integritas yang ditetapkan oleh KPK adalah sebesar 6,00.

"Penilaian survei dilakukan dengan menggabungkan dua unsur. Pertama, pengalaman integritas dengan bobot 0,667, yang merefleksikan pengalaman responden terhadap tingkat korupsi yang dialaminya. Kedua, potensi integritas dengan bobot 0,333," terangnya.

Dari survei itu ditemukan, Indeks Integritas Nasional (IIN) Indonesia adalah 6,37. Nilai itu dengan perincian rata-rata integritas di tingkat pusat sebesar 6,86, di tingkat instansi vertikal sebesar 6,34, dan di tingkat daerah 6,32.

Busyo menegaskan, nilai integritas daerah relatif lebih rendah dibanding nilai integritas instansi, di tingkat pusat maupun instansi vertikal. “IIN 2012 kita sedikit naik dibandingkan tahun 2011 sebelumnya yang hanya 6,31,” ungkpanya.
(san)
Berita Terkait
Pemkot Depok Banjir...
Pemkot Depok Banjir Kritik, Bongkar Pasang Trotoar Jalan Margonda
Kolaborasi Olahraga...
Kolaborasi Olahraga dengan Industri Kreatif,Gekrafs Depok Gelar Turnamen Sepak Bola untuk Anak
Pemkot Depok Izinkan...
Pemkot Depok Izinkan Warga Ziarah Kubur dengan Penerapan Prokes
Sambangi Kantor PCNU...
Sambangi Kantor PCNU Depok, PDIP Ingin Dapatkan Saran Soal Penangangan Covid-19
Pemkot Depok Pertimbangkan...
Pemkot Depok Pertimbangkan Lakukan Swab Test di Lokasi Keramaian
Usia ke-21 Kota Depok,...
Usia ke-21 Kota Depok, Momentum Refleksi Diri
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
2 jam yang lalu
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
5 jam yang lalu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
6 jam yang lalu
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
6 jam yang lalu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
7 jam yang lalu
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
7 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved