Penambangan andesit serampangan, longsor mengancam
Selasa, 11 Desember 2012 - 10:34 WIB
Penambangan andesit serampangan, longsor mengancam
A
A
A
Sindonews.com - Program andesitisasi trotoar yang dicanangkan Bupati Kulonprogo mulai menebar ancaman. Penambangan andesit yang dilakukan serampangan menimbulkan ancaman longsor di sekitar lokasi penambangan.
Salah satunya penambangan batu andesit di kawasan Gunung Kukusan Hargorejo, Kokap. Penambangan andesit di daerah ini menyisakan gunungan tanah yang rawan longsor. Gunungan berada tepat di tepi jalan menuju Desa Kalirejo, Kokap, Kulonprogo, Yogyakarta.
Sekretaris Desa Kalirejo Jemangin mengatakan, ancaman longsor semakin mengkhawatirkan. Curah hujan yang semakin intens, membuat gunungan tanah sewaktu-waktu bisa tersapu aliran air Dan menutupi jalan. Jika longsor terjadi akan mengisolasi warga Desa Kalirejo dan sebagian Hargorejo.
"Sebenarnya kami sangat khawatir karena gunungan tanah bekas penambangan andesit sewaktu-waktu bisa menutup akses jalan. Tapi kami tidak bisa apa-apa. Apalagi, andesitisasi sudah dicanangkan bupati," kata Jemingin, di Kalirejo, Kulonprogo, Yogyakarta, Selasa (11/12/2012).
Dia mengatakan, di satu sisi penambangan batu andesit bisa menciptakan lapangan kerja baru. Selain itu, perajin juga mulai menggeliat karena potensi yang cukup besar. Hanya saja, jika dilakukan sembarangan maka penambangan akan berdampak negatif.
"Kami meminta agar ada pengawasan dari instansi terkait agar penambangan dilakukan dengan benar. Sebab, perajin yang bergerak mengolah batu andesit juga di bawah binaan dinas. Jangan sampai merugikan lingkungan dan warga sekitar," ucapnya.
Diketahui, potensi batuan andesit di Kulonprogo cukup tinggi, yakni mencapai 1,29 miliar ton. Batuan andesit tersebar di berbagai daerah pegunungan seperti Ngargosari, Gerbosari, Purwoharjo Kecamatan Samigaluh, dan Tangkisan I, II, Pucangggading, Desa Hargomulyo, Desa Kalirejo, Desa Hargotirto dan Desa Hargorejo Kecamatan Kokap, Kulonprogo, Yogyakarta.
Salah satunya penambangan batu andesit di kawasan Gunung Kukusan Hargorejo, Kokap. Penambangan andesit di daerah ini menyisakan gunungan tanah yang rawan longsor. Gunungan berada tepat di tepi jalan menuju Desa Kalirejo, Kokap, Kulonprogo, Yogyakarta.
Sekretaris Desa Kalirejo Jemangin mengatakan, ancaman longsor semakin mengkhawatirkan. Curah hujan yang semakin intens, membuat gunungan tanah sewaktu-waktu bisa tersapu aliran air Dan menutupi jalan. Jika longsor terjadi akan mengisolasi warga Desa Kalirejo dan sebagian Hargorejo.
"Sebenarnya kami sangat khawatir karena gunungan tanah bekas penambangan andesit sewaktu-waktu bisa menutup akses jalan. Tapi kami tidak bisa apa-apa. Apalagi, andesitisasi sudah dicanangkan bupati," kata Jemingin, di Kalirejo, Kulonprogo, Yogyakarta, Selasa (11/12/2012).
Dia mengatakan, di satu sisi penambangan batu andesit bisa menciptakan lapangan kerja baru. Selain itu, perajin juga mulai menggeliat karena potensi yang cukup besar. Hanya saja, jika dilakukan sembarangan maka penambangan akan berdampak negatif.
"Kami meminta agar ada pengawasan dari instansi terkait agar penambangan dilakukan dengan benar. Sebab, perajin yang bergerak mengolah batu andesit juga di bawah binaan dinas. Jangan sampai merugikan lingkungan dan warga sekitar," ucapnya.
Diketahui, potensi batuan andesit di Kulonprogo cukup tinggi, yakni mencapai 1,29 miliar ton. Batuan andesit tersebar di berbagai daerah pegunungan seperti Ngargosari, Gerbosari, Purwoharjo Kecamatan Samigaluh, dan Tangkisan I, II, Pucangggading, Desa Hargomulyo, Desa Kalirejo, Desa Hargotirto dan Desa Hargorejo Kecamatan Kokap, Kulonprogo, Yogyakarta.
(maf)