Gaji rakyat habis untuk beli karcis
Selasa, 11 Desember 2012 - 10:11 WIB
Gaji rakyat habis untuk beli karcis
A
A
A
Sindonews.com - Rencana PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang akan menghapus Kereta Rel Listrik (KRL) ekonomi tahun 2013 menuai reaksi keras masyarakat. Diantaranya datang dari anggota Komis VI tenaga kerja DPR Rieke Dyah Pitaloka.
Calon Gubernur Jawa Barat dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini meminta, kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Kementrian Perhubungan (Kemenhub) untuk mempertimbangkan kembali rencana penghapusan KRL ekonomi. Karena, KRL ekonomi masih menjadi transportasi andalan bagi warga kelas bawah.
"Kereta ekonomi bukan dihapus, jangan orientasinya bisnis melulu. Coba saja tanya, pasti berat bagi masyarakat, tarif KRL ekonomi Rp1500, commuter line Rp8.000, itu berat," ujar Rieke di Stasiun Depok Lama di dalam kereta, Selasa (11/12/2012).
Semestinya, kata Rieke, jumlah KRL ekonomi ditambah dan diperbaiki menjadi lebih rapi. Jika tarif ingin dinaikkan bisa kembali dikaji asal tidak mencekik rakyat. "Tarif dikaji dulu. Secara pribadi, saya menolak kalau dihapus, rakyat mau naik apa," paparnya.
Salah satu warga komuter asal Citayam, Ahmad mengaku berat dengan tarif sebesar Rp8.000. Apalagi saat ini KRL ekonomi sudah susah didapat.
"Saya maunya ekonomi tetap ada, gaji saya sebagai buruh sebulan hanya Rp1 juta, untuk karcis saja Rp500 ribu tiap bulan, kalau harus naik commuter line, gaji rakyat habis buat beli karcis," tukas Ahmad.
Calon Gubernur Jawa Barat dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini meminta, kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Kementrian Perhubungan (Kemenhub) untuk mempertimbangkan kembali rencana penghapusan KRL ekonomi. Karena, KRL ekonomi masih menjadi transportasi andalan bagi warga kelas bawah.
"Kereta ekonomi bukan dihapus, jangan orientasinya bisnis melulu. Coba saja tanya, pasti berat bagi masyarakat, tarif KRL ekonomi Rp1500, commuter line Rp8.000, itu berat," ujar Rieke di Stasiun Depok Lama di dalam kereta, Selasa (11/12/2012).
Semestinya, kata Rieke, jumlah KRL ekonomi ditambah dan diperbaiki menjadi lebih rapi. Jika tarif ingin dinaikkan bisa kembali dikaji asal tidak mencekik rakyat. "Tarif dikaji dulu. Secara pribadi, saya menolak kalau dihapus, rakyat mau naik apa," paparnya.
Salah satu warga komuter asal Citayam, Ahmad mengaku berat dengan tarif sebesar Rp8.000. Apalagi saat ini KRL ekonomi sudah susah didapat.
"Saya maunya ekonomi tetap ada, gaji saya sebagai buruh sebulan hanya Rp1 juta, untuk karcis saja Rp500 ribu tiap bulan, kalau harus naik commuter line, gaji rakyat habis buat beli karcis," tukas Ahmad.
(san)