Oneng berdialog dengan korban gusuran KAI
Selasa, 11 Desember 2012 - 08:48 WIB
Oneng berdialog dengan korban gusuran KAI
A
A
A
Sindonews.com - Calon Gubernur Jawa Barat dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Rieke Dyah Pitaloka melakukan safari politik dari Depok menuju Bogor. Rieke kemudian berhenti di tiap stasiun untuk berdialog dengan warga di tiap stasiun.
Rieke selanjutnya berhenti di Stasiun Depok Baru berbincang dengan para pedagang korban penggusuran PT Kereta Api Indonesia (KAI).
"Yang tidak boleh di sepanjang peron atau yang dimana? Itu kan harus jelas. Pedagang ke rumah saya semalam, katanya retribusi ditarik, lapangan kerja susah, harusnya didialogkan dulu, jangan main gusur," ujar Rieke yang tenar dalam sebutan 'Oneng'di Stasiun Depok Baru, Selasa (11/12/2012).
Rieke mempertanyakan, banyaknya mini market menjamur di pinggir stasiun. Salah satu pedagang sempat menangis menyampaikan keluhannya. "Kenapa mini market di stasiun dikasih izin, jangan pilih kasih," cetusnya.
Para pedagang mengaku sudah dipungut retribusi dan mengontrak kios di lahan PT KAI. Namun, para pedagang berharap pihak PT KAI memberikan solusinya.
"Kami tak ada solusi relokasi, katanya mau digusur jadi apa, tapi enggak jelas," ujar seorang pedagang di Stasiun Depok Baru, Aji Rahmat.
Rieke selanjutnya berhenti di Stasiun Depok Baru berbincang dengan para pedagang korban penggusuran PT Kereta Api Indonesia (KAI).
"Yang tidak boleh di sepanjang peron atau yang dimana? Itu kan harus jelas. Pedagang ke rumah saya semalam, katanya retribusi ditarik, lapangan kerja susah, harusnya didialogkan dulu, jangan main gusur," ujar Rieke yang tenar dalam sebutan 'Oneng'di Stasiun Depok Baru, Selasa (11/12/2012).
Rieke mempertanyakan, banyaknya mini market menjamur di pinggir stasiun. Salah satu pedagang sempat menangis menyampaikan keluhannya. "Kenapa mini market di stasiun dikasih izin, jangan pilih kasih," cetusnya.
Para pedagang mengaku sudah dipungut retribusi dan mengontrak kios di lahan PT KAI. Namun, para pedagang berharap pihak PT KAI memberikan solusinya.
"Kami tak ada solusi relokasi, katanya mau digusur jadi apa, tapi enggak jelas," ujar seorang pedagang di Stasiun Depok Baru, Aji Rahmat.
(mhd)