Tak digaji dua bulan, puluhan anggota Damkar demo
Selasa, 11 Desember 2012 - 04:00 WIB
Tak digaji dua bulan, puluhan anggota Damkar demo
A
A
A
Sindonews.com - Puluhan petugas pemadam kebakaran Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, berunjuk rasa di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, (DPRD) Bone.
Puluhan petugas pemadam yang masih berstatus sebagai honor tersebut, menuntut agar gaji yang selama hampir dua bulan yang belum diterimanya segera di bayarkan.
Dalam aksi tersebut, puluhan pendemo itu juga meminta pada anggota dewan segera melakukan pemanggilan kepada kepala kantor dan bendahara kantor pemadam kebakaran untuk mengevaluasi kinerja keduanya.
Pendemo juga menuntut penambahan armada, dan perbaikan kendaraan yang sudah di bawah standar operasional.
"Empat kendaraan pemadam kebakaran, terkadang tidak hanya satu unit yang dapat sampai ke lokasi kebakaran, karena mogok di tengah jalan. Karena mobil kebanyakan sudah tidak laik untuk beroperasi," ungkap Koordinator Aksi Aan, di DPRD Bone, Senin 10 Desember 2012.
Dalam aksi itu, empat anggota dewan akhirnya menerima aspirasi mereka. Para anggota dewan itu berjanji akan segera memanggil pihak terkait, agar persoalan ini segera di selesaikan secepatnya.
"Saya heran, padahal dana Untuk pembayaran gaji dan biaya operasional sudah cukup untuk setahun," jelas seorang anggota dewan Idris Rahman.
Sementara itu, Kepala Kantor Pemadam Kebakaran Darmadi syafruddin saat dihubungi mengatakan, keterlambatan pembayaran gaji anak buahnya ini disebabkan oleh adanya tim pemeriksa keuangan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi yang datang ke kantornya.
Puluhan petugas pemadam yang masih berstatus sebagai honor tersebut, menuntut agar gaji yang selama hampir dua bulan yang belum diterimanya segera di bayarkan.
Dalam aksi tersebut, puluhan pendemo itu juga meminta pada anggota dewan segera melakukan pemanggilan kepada kepala kantor dan bendahara kantor pemadam kebakaran untuk mengevaluasi kinerja keduanya.
Pendemo juga menuntut penambahan armada, dan perbaikan kendaraan yang sudah di bawah standar operasional.
"Empat kendaraan pemadam kebakaran, terkadang tidak hanya satu unit yang dapat sampai ke lokasi kebakaran, karena mogok di tengah jalan. Karena mobil kebanyakan sudah tidak laik untuk beroperasi," ungkap Koordinator Aksi Aan, di DPRD Bone, Senin 10 Desember 2012.
Dalam aksi itu, empat anggota dewan akhirnya menerima aspirasi mereka. Para anggota dewan itu berjanji akan segera memanggil pihak terkait, agar persoalan ini segera di selesaikan secepatnya.
"Saya heran, padahal dana Untuk pembayaran gaji dan biaya operasional sudah cukup untuk setahun," jelas seorang anggota dewan Idris Rahman.
Sementara itu, Kepala Kantor Pemadam Kebakaran Darmadi syafruddin saat dihubungi mengatakan, keterlambatan pembayaran gaji anak buahnya ini disebabkan oleh adanya tim pemeriksa keuangan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi yang datang ke kantornya.
(rsa)