Gara-gara anak, ibu pukuli siswa lain
Senin, 10 Desember 2012 - 22:52 WIB
Gara-gara anak, ibu pukuli siswa lain
A
A
A
Sindonews.com - Aksi saling ledek antar siswa di sekolah merupakan hal yang wajar terjadi. Namun tidak demikian dengan aksi saling ejek antara Legita dan Angelique Rafa Samuel, siswi di sebuah sekolah swasta, di kawasan Vila Melati Mas, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Rafa tidak terima dengan ejekan temannya Legita dan mengadu kepada ibunya Veronique. Tak lama kemudian, ibu dan anak itu diminta untuk menemui kepala sekolah di ruangnya dengan maksud untuk mendamaikan dua siswa yang suka saling ejek itu.
Namun setelah ditunggu sampai jam sekolah bubar, Veronique tak kunjung datang. Rafa pun pulang. Selang berapa lama, Rafa melihat Legita bersama ketiga temannya ke sebuah minimarket yang berada tak jauh dari sekolah tersebut.
Setelah Legita masuk, Rafa dan ibunya Veronique menyusul masuk ke dalam minimarket. Setelah bertemu Legita dan menanyakan siapa dirinya, Veronique secara tiba-tiba langsung memukuli Legita hingga babak belur.
Bahkan, Legita sempat mau dipukuli juga dengan menggunakan keranjang tempat minuman, namun tak jadi. Karena teman Legita keluar sambil berlari ke sekolah untuk melaporkan peristiwa itu.
Akibat penganiayaan tersebut, Legita babak belur dan harus dirawat selama empat hari di Rumah sakit Eka Hospital, Serpong.
"Di depan siswa lainnya, Ibu Rafa bilang kalau belum berdarah, gue belum puas. Silakan lapor polisi. Kita adu duit," ujar ayah Legita, Albert Tandanu, di Tangerang, Senin (10/12/2012).
Kontan, peristiwa itu menimbulkan kemarahan keluarga Legita yang merasa direndahkan, lalu melaporkannya ke aparat kepolisian. Namun, keduanya tidak ditahan. Veronique dibebaskan dengan alasan masih menyusui, sementara Rafa masih di bawah umur.
Tak sampai di situ, keluarga Legita tak puas. Dia pun melanjutkan kasus penganiayaan ini ke aparat kepolisian agar ditindak berdasarkan hukum untuk memberikan pelajaran.
Tindakan orang tua Legita dibenarkan Ketua Dewan Konsultatif Komnas Perlindungan Anak Seto Mulyadi. Menurutnya, aksi kekerasan terhadap anak, apalagi dilakukan oleh orang tua siswa kepada siswa lain hanya karena persoalan sepele, sungguh perbiatan tercela.
"Apapun alasan, sekali pun emosi, apalagi pelaku ibu yang masih menyusui, tidak dibenarkan melakukan penganiayaan kepada anak sendiri dan juga kepada anak lainnya," tegas pria yang akrab disapa Kak Seto ini.
Rafa tidak terima dengan ejekan temannya Legita dan mengadu kepada ibunya Veronique. Tak lama kemudian, ibu dan anak itu diminta untuk menemui kepala sekolah di ruangnya dengan maksud untuk mendamaikan dua siswa yang suka saling ejek itu.
Namun setelah ditunggu sampai jam sekolah bubar, Veronique tak kunjung datang. Rafa pun pulang. Selang berapa lama, Rafa melihat Legita bersama ketiga temannya ke sebuah minimarket yang berada tak jauh dari sekolah tersebut.
Setelah Legita masuk, Rafa dan ibunya Veronique menyusul masuk ke dalam minimarket. Setelah bertemu Legita dan menanyakan siapa dirinya, Veronique secara tiba-tiba langsung memukuli Legita hingga babak belur.
Bahkan, Legita sempat mau dipukuli juga dengan menggunakan keranjang tempat minuman, namun tak jadi. Karena teman Legita keluar sambil berlari ke sekolah untuk melaporkan peristiwa itu.
Akibat penganiayaan tersebut, Legita babak belur dan harus dirawat selama empat hari di Rumah sakit Eka Hospital, Serpong.
"Di depan siswa lainnya, Ibu Rafa bilang kalau belum berdarah, gue belum puas. Silakan lapor polisi. Kita adu duit," ujar ayah Legita, Albert Tandanu, di Tangerang, Senin (10/12/2012).
Kontan, peristiwa itu menimbulkan kemarahan keluarga Legita yang merasa direndahkan, lalu melaporkannya ke aparat kepolisian. Namun, keduanya tidak ditahan. Veronique dibebaskan dengan alasan masih menyusui, sementara Rafa masih di bawah umur.
Tak sampai di situ, keluarga Legita tak puas. Dia pun melanjutkan kasus penganiayaan ini ke aparat kepolisian agar ditindak berdasarkan hukum untuk memberikan pelajaran.
Tindakan orang tua Legita dibenarkan Ketua Dewan Konsultatif Komnas Perlindungan Anak Seto Mulyadi. Menurutnya, aksi kekerasan terhadap anak, apalagi dilakukan oleh orang tua siswa kepada siswa lain hanya karena persoalan sepele, sungguh perbiatan tercela.
"Apapun alasan, sekali pun emosi, apalagi pelaku ibu yang masih menyusui, tidak dibenarkan melakukan penganiayaan kepada anak sendiri dan juga kepada anak lainnya," tegas pria yang akrab disapa Kak Seto ini.
(rsa)