PKL Stasiun Depok Baru lempari petugas
Senin, 10 Desember 2012 - 17:47 WIB
PKL Stasiun Depok Baru lempari petugas
A
A
A
Sindonews.com - Penertiban ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Stasiun Depok Baru, berlangsung ricuh. Aksi penertiban PKL, diwarnai dengan lemparan batu dan kayu dari 312 PKL yang tak mau ditertibkan.
Saat aksi lemparan-lemparan terjadi, petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI) tampak menonton di balkon lantai tiga. Sedangkan 250 personel gabungan dari polres dan polsek, berusaha menenangkan pedagang yang emosi.
Saat akan melakukan pembongkaran, para pedagang kios melakukan perlawanan dengan mendorong aparat yang berbaris membelakangi Stasiun Depok Baru. Kemarahan pedagang diluapkan dengan membakar meja-meja kayu di depan ratusan petugas keamanan sebagai protes.
Melihat kondisi tersebut, PT KAI kemudian mengajak melakukan dialog. Meskipun demikian, setelah melakukan pertemuan selama tiga jam, PT KAI tetap bersikeras untuk melakukan pembongkaran kios tersebut.
Salah satu pedagang pakaian di Stasiun Depok Baru, Amat mengatakan, seharusnya PT KAI merelokasi para pedagang yang berjualan di sana. Sebab, dirinya sudah membeli kios tersebut seharga Rp30 juta pada tahun 1990. "Seharusnya ada proses pergantian lahan, kalau begini saya merasa dirugikan," kata dia, di Depok, Senin (10/12/2012).
Hal senada juga juga dikatakan Abdul Gani, pedagang yang sudah berjualan selama 12 tahun di deretan kios sebelah utara Stasiun Depok Baru yang mengaku, setiap hari membayar uang sewa Rp10.000 kepada petugas PT KAI.
"Mereka minta uang dan mengambil untung dari kami. Kenapa saat begini, mereka tidak memberi kesempatan pada kami untuk direlokasi di sekitar sini? Siapa yang mau ngasih uang makan anak-anak saya," paparnya Gani.
Saat aksi lemparan-lemparan terjadi, petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI) tampak menonton di balkon lantai tiga. Sedangkan 250 personel gabungan dari polres dan polsek, berusaha menenangkan pedagang yang emosi.
Saat akan melakukan pembongkaran, para pedagang kios melakukan perlawanan dengan mendorong aparat yang berbaris membelakangi Stasiun Depok Baru. Kemarahan pedagang diluapkan dengan membakar meja-meja kayu di depan ratusan petugas keamanan sebagai protes.
Melihat kondisi tersebut, PT KAI kemudian mengajak melakukan dialog. Meskipun demikian, setelah melakukan pertemuan selama tiga jam, PT KAI tetap bersikeras untuk melakukan pembongkaran kios tersebut.
Salah satu pedagang pakaian di Stasiun Depok Baru, Amat mengatakan, seharusnya PT KAI merelokasi para pedagang yang berjualan di sana. Sebab, dirinya sudah membeli kios tersebut seharga Rp30 juta pada tahun 1990. "Seharusnya ada proses pergantian lahan, kalau begini saya merasa dirugikan," kata dia, di Depok, Senin (10/12/2012).
Hal senada juga juga dikatakan Abdul Gani, pedagang yang sudah berjualan selama 12 tahun di deretan kios sebelah utara Stasiun Depok Baru yang mengaku, setiap hari membayar uang sewa Rp10.000 kepada petugas PT KAI.
"Mereka minta uang dan mengambil untung dari kami. Kenapa saat begini, mereka tidak memberi kesempatan pada kami untuk direlokasi di sekitar sini? Siapa yang mau ngasih uang makan anak-anak saya," paparnya Gani.
(san)