NTT garap tambak garam seluas 2.000 hektare
Minggu, 09 Desember 2012 - 05:11 WIB
NTT garap tambak garam seluas 2.000 hektare
A
A
A
Sindonews.com - Tahun depan, potensi lahan tambak garam seluas 2.000 hektare di kawasan Pantai Utara (Pantura) di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Nusa Tenggara Timur (NTT) akan mulai digarap maksimal.
"Jadi di TTU memiliki potensi tambak garam mentah seluas 2.000 hektar di Pantura. Saya sudah minta Dinas Perindustrian Perdaangan dan Koperasi untuk membuka jaringan dengan pengusaha di Surabaya untuk produksi dan pemasarannya," jelas Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes di Kantor Bupati TTU, Sabtu 8 Desember 2012.
Ia menjelaskan, bahwa pekan lalu baru saja pulang dari Pantura dalam rangka panen perdana 32 ton garam mentah yang diusahakan dua kelompok petambak garam.
Bupati Fernandes mengatakan tahun 2013 yang akan datang pihaknya akan mengalokasikan dana yang cukup besar untuk mengelola potensi garam mentah di Pantura.
"Sudah disiapkan dana besar di APBD tahun depan. Ini serius. Sebab pengembangan garam adalah salah satu komoditi andalan yang masuk salah satu produk unggulan kabupaten (prukab)," katanya.
Ia tidak merinci berapa besar dana yang dialokasikan untuk produksi garam di Pantura. namun hanya menjelaskan tahun depan peralatan produksi garam mentah menjadi garam siap makan (garam yodium) sudah di droping oleh pengusaha ke Pantura.
"Jadi di TTU memiliki potensi tambak garam mentah seluas 2.000 hektar di Pantura. Saya sudah minta Dinas Perindustrian Perdaangan dan Koperasi untuk membuka jaringan dengan pengusaha di Surabaya untuk produksi dan pemasarannya," jelas Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes di Kantor Bupati TTU, Sabtu 8 Desember 2012.
Ia menjelaskan, bahwa pekan lalu baru saja pulang dari Pantura dalam rangka panen perdana 32 ton garam mentah yang diusahakan dua kelompok petambak garam.
Bupati Fernandes mengatakan tahun 2013 yang akan datang pihaknya akan mengalokasikan dana yang cukup besar untuk mengelola potensi garam mentah di Pantura.
"Sudah disiapkan dana besar di APBD tahun depan. Ini serius. Sebab pengembangan garam adalah salah satu komoditi andalan yang masuk salah satu produk unggulan kabupaten (prukab)," katanya.
Ia tidak merinci berapa besar dana yang dialokasikan untuk produksi garam di Pantura. namun hanya menjelaskan tahun depan peralatan produksi garam mentah menjadi garam siap makan (garam yodium) sudah di droping oleh pengusaha ke Pantura.
(ysw)