Putus asa, nenek nekat gantung diri
Sabtu, 08 Desember 2012 - 18:42 WIB
Putus asa, nenek nekat gantung diri
A
A
A
Sindonews.com –Diduga stress, Damaris (60) warga Jalan Durian, depan SMP Negeri 2 Polewali, Kelurahan Polewali, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), ditemukan tewas gantung diri dengan menggunakan tali nilon (tali jemuran) yang digantung di atap dapur rumahnya.
Peristiwa itu terjadi kemarin pagi. Korban pertama kali ditemukan oleh Desilo (62) yang tak lain adalah suaminya.
Kaget dengan kejadian tersebut, Desilo langsung meminta pertolongan kepada tetangga. Warga di sekitar TKP pun berdatangan. Sebagian juga melaporkan kejadian tersebut ke aparat kepolisian.
Sulemana (38) salah satu tetangga korban mengaku kaget mendengar kejadian tersebut. Ia mengaku, selama ini korban tidak memiliki masalah sama orang. Dimata warga, korban dikenal sebagai orang yang baik.
“Saya kaget mendengar kejadian itu. Awalnya tidak percaya, tapi setelah lihat langsung, ternyata benar kejadian itu,”ujar Sulemana kepada Sindonews.com, Sabtu (8/12/2012).
Informasi yang dihimpun, Damaris yang memiliki empat orang anak ini menderita penyakit ginjal. Bahkan, tiga bulan lalu, nenek berusia 60 tahun ini baru saja menjalani operasi di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Selain itu, korban juga diketahui menderita penyakit paru-paru.
Diduga, akibat komplikasi penyakit yang dideritanya, membuat Damaris putus asa dan tak sanggup menjalaninya. Sehingga ia pun nekat mengakhiri hidupnya dengan jalan pintas bunuh diri.
Sebelumnya, saat menjalani perawatan kesehatan di Makassar, Damaris yang hanya tinggal bertiga dengan Suami dan seorang anak angkatnya itu, pernah mencoba melakukan hal yang sama dengan meminum air keras. Namun, upaya itu berhasil dicegah karena kedapatan oleh perawat.
Wakil Kapolres Polman, Kompol Andri membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, hasil sementara, korban melakukan tindakan nekat itu karena putus asa.
Sebab, dari hasil olah TKP, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
Peristiwa itu terjadi kemarin pagi. Korban pertama kali ditemukan oleh Desilo (62) yang tak lain adalah suaminya.
Kaget dengan kejadian tersebut, Desilo langsung meminta pertolongan kepada tetangga. Warga di sekitar TKP pun berdatangan. Sebagian juga melaporkan kejadian tersebut ke aparat kepolisian.
Sulemana (38) salah satu tetangga korban mengaku kaget mendengar kejadian tersebut. Ia mengaku, selama ini korban tidak memiliki masalah sama orang. Dimata warga, korban dikenal sebagai orang yang baik.
“Saya kaget mendengar kejadian itu. Awalnya tidak percaya, tapi setelah lihat langsung, ternyata benar kejadian itu,”ujar Sulemana kepada Sindonews.com, Sabtu (8/12/2012).
Informasi yang dihimpun, Damaris yang memiliki empat orang anak ini menderita penyakit ginjal. Bahkan, tiga bulan lalu, nenek berusia 60 tahun ini baru saja menjalani operasi di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Selain itu, korban juga diketahui menderita penyakit paru-paru.
Diduga, akibat komplikasi penyakit yang dideritanya, membuat Damaris putus asa dan tak sanggup menjalaninya. Sehingga ia pun nekat mengakhiri hidupnya dengan jalan pintas bunuh diri.
Sebelumnya, saat menjalani perawatan kesehatan di Makassar, Damaris yang hanya tinggal bertiga dengan Suami dan seorang anak angkatnya itu, pernah mencoba melakukan hal yang sama dengan meminum air keras. Namun, upaya itu berhasil dicegah karena kedapatan oleh perawat.
Wakil Kapolres Polman, Kompol Andri membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, hasil sementara, korban melakukan tindakan nekat itu karena putus asa.
Sebab, dari hasil olah TKP, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
(stb)