Terancam digusur, pedagang di Stasiun UI resah
Jum'at, 07 Desember 2012 - 13:57 WIB
Terancam digusur, pedagang di Stasiun UI resah
A
A
A
Sindonews - Ratusan pedagang dan pemilik kios di Stasiun Universitas Indonesia (UI) mengaku resah, dengan ancaman penggusuran serta penertiban yang akan dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Pekan lalu PT KAI telah mengirim surat sosialisasi kepada para pedagang, untuk pindah berjualan dalam 7x24 jam. Namun, karena belum ada ganti rugi dan belum menemukan lokasi baru untuk berjualan, para pedagang ini memilih untuk bertahan.
Salah satu pedagang konter pulsa di Stasiun UI Arliaman (36) mengaku, para pedagang bervariasi menanggapi ancaman penggusuran tersebut. Sebagian menolak namun sebagian juga mengaku pasrah.
“Saya dan sejumlah pedagang di sini, hanya minta sisa uang kontrak dikembalikan. Karena, tidak sedikit pedagang yang baru berdagang di sini, tapi sudah membayar kontrakan hingga dua tahun,” pintanya pasrah.
Namun pedagang mengakui, sejak awal klausul kontrak menyebutkan PT KAI berhak menggunakan lahan milik PT KAI sewaktu - waktu dengan konsekuensi rela digusur.
"Memang saat perjanjian awal, jika lahan PT KAI sewaktu - waktu dibutuhkan maka pedagang dipersilahkan pindah tanpa ganti rugi. Kami legowo dan pasrah tapi resah juga," tegasnya kepada wartawan, Jumat (07/12/12).
Arliaman mengaku sudah mengeluarkan kocek hingga Rp4 juta, hanya untuk menyewa kios yang berukuran kecil.
“Saya secara pribadi sudah siap pindah, tapi butuh waktu untuk mencari lokasi baru untuk berdagang kembali,” pintanya.
Sementara itu, pemilik rental komputer Gluck Indonesia di Stasiun UI Ari mengaku, para pedagang menolak rencana PT KAI. Namun Ia hanya meminta sisa uang sewa yang telah dibayarkan Rp16 juta untuk dua tahun.
"Masih ada sisa 6 bulan, kami ingin uang sewanya yang sisa itu dikembalikan,” katanya.
Pekan lalu PT KAI telah mengirim surat sosialisasi kepada para pedagang, untuk pindah berjualan dalam 7x24 jam. Namun, karena belum ada ganti rugi dan belum menemukan lokasi baru untuk berjualan, para pedagang ini memilih untuk bertahan.
Salah satu pedagang konter pulsa di Stasiun UI Arliaman (36) mengaku, para pedagang bervariasi menanggapi ancaman penggusuran tersebut. Sebagian menolak namun sebagian juga mengaku pasrah.
“Saya dan sejumlah pedagang di sini, hanya minta sisa uang kontrak dikembalikan. Karena, tidak sedikit pedagang yang baru berdagang di sini, tapi sudah membayar kontrakan hingga dua tahun,” pintanya pasrah.
Namun pedagang mengakui, sejak awal klausul kontrak menyebutkan PT KAI berhak menggunakan lahan milik PT KAI sewaktu - waktu dengan konsekuensi rela digusur.
"Memang saat perjanjian awal, jika lahan PT KAI sewaktu - waktu dibutuhkan maka pedagang dipersilahkan pindah tanpa ganti rugi. Kami legowo dan pasrah tapi resah juga," tegasnya kepada wartawan, Jumat (07/12/12).
Arliaman mengaku sudah mengeluarkan kocek hingga Rp4 juta, hanya untuk menyewa kios yang berukuran kecil.
“Saya secara pribadi sudah siap pindah, tapi butuh waktu untuk mencari lokasi baru untuk berdagang kembali,” pintanya.
Sementara itu, pemilik rental komputer Gluck Indonesia di Stasiun UI Ari mengaku, para pedagang menolak rencana PT KAI. Namun Ia hanya meminta sisa uang sewa yang telah dibayarkan Rp16 juta untuk dua tahun.
"Masih ada sisa 6 bulan, kami ingin uang sewanya yang sisa itu dikembalikan,” katanya.
(stb)