11 bulan laka lalin Depok 213 kasus
Jum'at, 07 Desember 2012 - 12:42 WIB
11 bulan laka lalin Depok 213 kasus
A
A
A
Sindonews.com - Kurangnya jumlah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), salah satu faktor tingginya angka kecelakaan di Kota Depok. Dalam sebelas bulan, jumlah kecelakaan mencapai 213 kasus. 80 persennya didominasi kendaraan roda dua.
Hal itu diungkapnya Kasat Lantas Polresta Depok Kompol Kristanto. Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, harus memperhatikan pejalan kaki yang notabenenya merupakan warga Depok.
“Rata-rata yang tertabrak adalah pejalan kaki.” kata Kasat Lantas Polresta Depok Kompol Kristanto, Jumat (7/12/2012).
Perwira melati sati ini menilai, berdasarkan pengamatan petugas di lapangan, tingginya angka kecelakaan karena tidak adanya JPO yang dibangun Pemkot Depok.
“Keselamatan penjalan kaki kurang diperhatikan,” kata dia.
Kebutuhan akan JPO untuk kota penyanggah Ibu Kota ini sangat besar. Itu dilihat dari besarnya volume kendaraan, baik roda empat maupun dua.
Kemudian, jumlah penduduk yang kian bertambah. Serta, aktivitas masyarakat yang padat di ruas jalan protokol tersebut membuktikan, kebutuhan JPO bagi pengguna jalan kaki.
“Memang sangat ironis, JPO hanya punya dua. Sedangkan yang dibutuhkan paling banyak delapan,” ujarnya.
Dia menambahkan, titik rawan kecelakaan masih didominasi di Jalan Raya Bogor, Jalan Raya Parung-Ciputat dan Jalan Margonda.
Dalam rincian Kristanto, angka kecelakaan yang terjadi selama sebelas bulan terakhir mencapai 213 kasus.
Pihaknya mengimbau, agar para pengandara berhati-hati dan selalu mentaati peraturan lalulintas. Jangan menyeberang saat jam sibuk.
“Berkendara jangan sekedar bisa saja, namun diperlukan kesadaran untuk tertib berlalulintas. Tapi yang penting pembangunan JPO harus dilaksanakan,” saran Kasat.
Hal itu diungkapnya Kasat Lantas Polresta Depok Kompol Kristanto. Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, harus memperhatikan pejalan kaki yang notabenenya merupakan warga Depok.
“Rata-rata yang tertabrak adalah pejalan kaki.” kata Kasat Lantas Polresta Depok Kompol Kristanto, Jumat (7/12/2012).
Perwira melati sati ini menilai, berdasarkan pengamatan petugas di lapangan, tingginya angka kecelakaan karena tidak adanya JPO yang dibangun Pemkot Depok.
“Keselamatan penjalan kaki kurang diperhatikan,” kata dia.
Kebutuhan akan JPO untuk kota penyanggah Ibu Kota ini sangat besar. Itu dilihat dari besarnya volume kendaraan, baik roda empat maupun dua.
Kemudian, jumlah penduduk yang kian bertambah. Serta, aktivitas masyarakat yang padat di ruas jalan protokol tersebut membuktikan, kebutuhan JPO bagi pengguna jalan kaki.
“Memang sangat ironis, JPO hanya punya dua. Sedangkan yang dibutuhkan paling banyak delapan,” ujarnya.
Dia menambahkan, titik rawan kecelakaan masih didominasi di Jalan Raya Bogor, Jalan Raya Parung-Ciputat dan Jalan Margonda.
Dalam rincian Kristanto, angka kecelakaan yang terjadi selama sebelas bulan terakhir mencapai 213 kasus.
Pihaknya mengimbau, agar para pengandara berhati-hati dan selalu mentaati peraturan lalulintas. Jangan menyeberang saat jam sibuk.
“Berkendara jangan sekedar bisa saja, namun diperlukan kesadaran untuk tertib berlalulintas. Tapi yang penting pembangunan JPO harus dilaksanakan,” saran Kasat.
(stb)