Ini dia cara Jokowi urai kemacetan di Jakarta
Jum'at, 07 Desember 2012 - 03:23 WIB
Ini dia cara Jokowi urai kemacetan di Jakarta
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) optimis kemacetan di Jakarta dapat di atasi selangkah, demi selangkah. Sebagai tahap awal, Jokowi akan berusaha dengan memperbaiki dan memaksimalkan sistem transportasi massal yang ada, sampai masyarakat nyaman menggunakan jasa transportasi itu.
"Oleh sebab itu, nanti disosialisasikan secara pelan-pelan. Ada proses itu. Kemudian juga diterangkan, bahwa kebijakan ini adalah mendorong masyarakat untuk masuk ke angkutan umum massal," ujar Jokowi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (6/12/2012).
Ditambahkan dia, jika masyarakat sudah merasa nyaman menggunakan alat transportasi massal di Jakarta, niscaya mereka akan meninggalkan kebiasaan menggunakan motor dan mobil pribadinya. Hal itu, kata Jokowi, akan berdampak pada ikut terbantunya pemerintah pusat dalam menghemat pemakaian bahan bakar.
"Juga mendorong masyarakat umum untuk hemat BBM, mendorong masyarakat untuk tidak konsumtif, mendorong masyarakat untuk cinta pada Kota Jakarta," terangnya.
Masih belum ditanggalkannya kebiasaan masyarakat menggunakan motor dan mobil pribadi di Jakarta, diakui Jokowi, dikarenakan masih buruknya sistem transportasi massal yang ada. Belum lagi, tingginya tingkat kemacetan yang sangat mengganggu.
"Iya, asalkan transportasi umum massalnya nyaman, siap juga ditangani dengan baik, serius. Ya setelah buswaynya, nanti masuk ke monorel. Monorel mungkin empat tahun, insya Allah rampung. Kalau MRT, baru 2019 lah selesai," tukas Jokowi.
"Oleh sebab itu, nanti disosialisasikan secara pelan-pelan. Ada proses itu. Kemudian juga diterangkan, bahwa kebijakan ini adalah mendorong masyarakat untuk masuk ke angkutan umum massal," ujar Jokowi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (6/12/2012).
Ditambahkan dia, jika masyarakat sudah merasa nyaman menggunakan alat transportasi massal di Jakarta, niscaya mereka akan meninggalkan kebiasaan menggunakan motor dan mobil pribadinya. Hal itu, kata Jokowi, akan berdampak pada ikut terbantunya pemerintah pusat dalam menghemat pemakaian bahan bakar.
"Juga mendorong masyarakat umum untuk hemat BBM, mendorong masyarakat untuk tidak konsumtif, mendorong masyarakat untuk cinta pada Kota Jakarta," terangnya.
Masih belum ditanggalkannya kebiasaan masyarakat menggunakan motor dan mobil pribadi di Jakarta, diakui Jokowi, dikarenakan masih buruknya sistem transportasi massal yang ada. Belum lagi, tingginya tingkat kemacetan yang sangat mengganggu.
"Iya, asalkan transportasi umum massalnya nyaman, siap juga ditangani dengan baik, serius. Ya setelah buswaynya, nanti masuk ke monorel. Monorel mungkin empat tahun, insya Allah rampung. Kalau MRT, baru 2019 lah selesai," tukas Jokowi.
(san)