Depok miskin halte
Kamis, 06 Desember 2012 - 17:54 WIB
Depok miskin halte
A
A
A
Sindonews.com - Keberadaan halte di Depok sangat minim. Berdasarkan pantauan Sindonews.com, sepanjang ujung Jalan Raya Margonda, hanya ada tiga halte yang jaraknya berjauhan, di depan SDN Pondok Cina I, Gang Kedondong dan Gang Kapuk.
Sedangkan, tiga halte yang ada sebelumnya dibongkar, di depan kantor DPC PDIP Depok, depan Polresta Depok dan Gang Kober.
Kondisi ini membuat sejumlah warga mengeluh lantaran tidak ada tempat untuk menunggu kendaraan umum.
Setiap sisi ruas jalan di sepanjang Jalan Raya Margonda, sudah terisi dengan bangunan usaha. Warga terpaksa menunggu kendaraan umum sambil berdiri di pinggiran toko.
Yunita salah seorang mahasiswa menuturkan, dirinya terpaksa harus berdiri hingga satu jam saat menunggu bus menuju rumahnya di Slipi, Jakarta Barat. Bahkan tak jarang dirinya kehujanan saat menunggu bus tiba.
Padahal dulu, di Gang Kober terdapat sebuah halte yang dinilai cukup nyaman untuk menunggu bus.
“Sejak ada pelebaran jalan halte yang ada dibongkar. Saya pikir akan dibangun lagi, tapi sampai sekarang ternyata tidak,” kata Yunita, Kamis (6/12/2012).
Menurut mahasiswi Jurusan Komunikasi ini, seharusnya dalam pembangunan disertakan pula sarana kebutuhan umum.
“Halte sangat diperlukan di sini. Karena banyak orang yang nunggu bus cukup lama,” ungkapnya.
Senada dengan Yuni, Tendi (36) karyawan swasta yang bekerja di Kali Deres, Jakarta Barat mengatakan, bus yang melintas ke wilayah tersebut sangat jarang, sehingga pelru waktu lama menunggunya.
“Kalau lagi hujan atau panas kita bisa berteduh di halte. Tapi sekarang kita kepanasan saat menunggu bus. Kalau hujan apalagi tambah susah,” keluhnya.
Dia meminta kepada pemerintah kota agar memperhatikan kondisi ini. Menurutnya, pembangunan infrastruktur sarana umum perlu diperhatikan.
“Jangan cuma bangun gedung tapi tidak mempertimbangkan sisi lain. Lihat saja, sepanjang jalan ini, mana ada halte yang memadai. Saya heran kenapa halte yang ada justru dibongkar,” tanyanya heran.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Dindin Zainudin menyadari minimnya keberadaan halte. Dari catatan yang dimiliki pihaknya, ada enam titik.
Misalnya, di Gang Kober, depan Universitas Gunadarma Margonda, Pondok Cina, depan Kantor Balaikota Depok, depan Terminal Depok dan Jalan Siliwangi.
“Master plan sudah ada. Langkah selanjutnya setelah diketuk anggaran tahun depan adalah pembebasan lahan untuk pembangunan halte dan JPO,” ungkap Dindin.
Sedangkan, tiga halte yang ada sebelumnya dibongkar, di depan kantor DPC PDIP Depok, depan Polresta Depok dan Gang Kober.
Kondisi ini membuat sejumlah warga mengeluh lantaran tidak ada tempat untuk menunggu kendaraan umum.
Setiap sisi ruas jalan di sepanjang Jalan Raya Margonda, sudah terisi dengan bangunan usaha. Warga terpaksa menunggu kendaraan umum sambil berdiri di pinggiran toko.
Yunita salah seorang mahasiswa menuturkan, dirinya terpaksa harus berdiri hingga satu jam saat menunggu bus menuju rumahnya di Slipi, Jakarta Barat. Bahkan tak jarang dirinya kehujanan saat menunggu bus tiba.
Padahal dulu, di Gang Kober terdapat sebuah halte yang dinilai cukup nyaman untuk menunggu bus.
“Sejak ada pelebaran jalan halte yang ada dibongkar. Saya pikir akan dibangun lagi, tapi sampai sekarang ternyata tidak,” kata Yunita, Kamis (6/12/2012).
Menurut mahasiswi Jurusan Komunikasi ini, seharusnya dalam pembangunan disertakan pula sarana kebutuhan umum.
“Halte sangat diperlukan di sini. Karena banyak orang yang nunggu bus cukup lama,” ungkapnya.
Senada dengan Yuni, Tendi (36) karyawan swasta yang bekerja di Kali Deres, Jakarta Barat mengatakan, bus yang melintas ke wilayah tersebut sangat jarang, sehingga pelru waktu lama menunggunya.
“Kalau lagi hujan atau panas kita bisa berteduh di halte. Tapi sekarang kita kepanasan saat menunggu bus. Kalau hujan apalagi tambah susah,” keluhnya.
Dia meminta kepada pemerintah kota agar memperhatikan kondisi ini. Menurutnya, pembangunan infrastruktur sarana umum perlu diperhatikan.
“Jangan cuma bangun gedung tapi tidak mempertimbangkan sisi lain. Lihat saja, sepanjang jalan ini, mana ada halte yang memadai. Saya heran kenapa halte yang ada justru dibongkar,” tanyanya heran.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Dindin Zainudin menyadari minimnya keberadaan halte. Dari catatan yang dimiliki pihaknya, ada enam titik.
Misalnya, di Gang Kober, depan Universitas Gunadarma Margonda, Pondok Cina, depan Kantor Balaikota Depok, depan Terminal Depok dan Jalan Siliwangi.
“Master plan sudah ada. Langkah selanjutnya setelah diketuk anggaran tahun depan adalah pembebasan lahan untuk pembangunan halte dan JPO,” ungkap Dindin.
(stb)